GAYO LUES — Sebuah kendaraan milik warga terjebak lumpur tebal di ruas jalan utama penghubung Blang Keujren menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (7/1/2026). Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor membuat mobil tidak dapat bergerak selama lebih dari enam jam.
Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk membebaskan kendaraan tersebut dari kubangan lumpur, namun sulitnya medan dan tebalnya endapan material longsor membuat evakuasi tidak berhasil dilakukan secara mandiri. Menjelang sore hari, personel dari Polres Gayo Lues tiba di lokasi dan langsung membantu proses penarikan kendaraan.
Dengan menggunakan kendaraan dinas dan alat bantu sederhana, personel kepolisian bersama warga akhirnya berhasil mengevakuasi mobil dari dalam lumpur. Kendaraan itu kemudian dapat kembali melanjutkan perjalanan setelah tertunda selama hampir sepertiga hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menggambarkan betapa krusialnya kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Gayo Lues, khususnya di Kecamatan Pining, yang sejak beberapa pekan terakhir terus dilanda banjir dan tanah longsor. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya sempat dibuka kembali terputus akibat bencana susulan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 15 Januari 2026. Kebijakan ini diambil karena masih terdapat beberapa wilayah yang terisolasi akibat akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan. Sedikitnya empat jalur utama menuju Gayo Lues dilaporkan lumpuh total karena tertutup lumpur dan material longsoran.
Empat jalur tersebut sebelumnya sempat dapat dilintasi kendaraan pascabencana awal, namun banjir susulan yang terjadi sejak akhir pekan lalu membuat akses kembali tak bisa digunakan. Situasi ini memperlambat distribusi bantuan logistik dan layanan dasar ke desa-desa terdampak, terutama di wilayah terpencil seperti Kecamatan Pining yang berada dalam posisi geografis sulit dijangkau.
Dikutip dari Kompas.tv, aparat dan relawan di lapangan terus berjibaku untuk membuka kembali jalur transportasi secara bertahap. Proses ini membutuhkan kerja keras karena keterbatasan alat berat dan cuaca yang belum bersahabat. BPBD, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan bisa segera menjangkau warga terdampak, sekaligus menjamin keselamatan dalam distribusi logistik.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi bencana lanjutan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan intensitas hujan masih tinggi di kawasan pegunungan Gayo Lues dalam beberapa hari ke depan. (*)






































