Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor di Jalur Nasional Gayo Lues–Aceh Tenggara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 03:44 WIB

50271 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Curah hujan deras yang melanda kawasan tengah Aceh sejak Jumat (2/1/2026) sore memicu terjadinya longsor di sejumlah titik pada ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara. Longsor yang terjadi secara berturut-turut ini mengakibatkan gangguan serius terhadap kelancaran arus lalu lintas masyarakat di sepanjang koridor penghubung dua kabupaten tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung mengerahkan tim dan peralatan penanganan darurat ke sejumlah lokasi terdampak. Pelaksanaannya melibatkan mobilisasi alat berat dan pekerjaan lapangan secara intensif guna mempercepat proses normalisasi jalur. Fokus utama diarahkan pada pembukaan akses vital yang menjadi tulang punggung transportasi dan distribusi logistik antarwilayah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemulihan konektivitas wilayah menjadi prioritas utama dalam respons bencana ini. Ia menyebut, keberfungsian jalan dan jembatan bukan hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga terhadap stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami terus memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui dengan dukungan personel dan alat berat. Penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Menteri Dody dalam pernyataan tertulis, Sabtu (3/1).

Ia menargetkan seluruh ruas jalan nasional yang terdampak di lintas Gayo Lues–Aceh Tenggara dapat kembali difungsikan paling lambat pada Selasa, 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB, dengan catatan cuaca dan kondisi lapangan memungkinkan. Dalam pelaksanaan teknis, BPJN Aceh telah sejak Jumat memobilisasi alat berat bersama mitra kerja. Hingga saat ini, tercatat sebanyak delapan unit ekskavator, dua unit bulldozer, dan empat unit loader telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran dan membebaskan jalur dari timbunan tanah dan batuan.

Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menyampaikan bahwa penanganan fokus dilakukan pada titik-titik dengan kerusakan paling parah agar pemulihan fungsi jalan dapat dilakukan seefisien mungkin. Ia menyebut, pada segmen Tetumpun sepanjang sekitar 200 meter, pembersihan material telah rampung dan jalan sudah mulai difungsikan kembali sejak Sabtu (3/1) pukul 14.00 WIB. Namun, tantangan masih berlanjut di segmen Tangsaran dan Begade.

“Di segmen Tangsaran, sepanjang sekitar 300 meter, masih terdapat runtuhan dan longsoran aktif yang sedang dalam proses evakuasi material. Sementara itu, di segmen Begade, batuan besar yang menutup jalan sepanjang sekitar 60 meter telah berhasil dibersihkan sebagian. Penanganan teknis dilakukan dengan alat breaker dan kami sedang menunggu tambahan dua breaker lagi dari Medan untuk mempercepat pembukaan jalur,” jelas Heri.

Kementerian PU melalui unit-unit teknisnya juga secara paralel menerjunkan personel gabungan ke seluruh lokasi terdampak longsor. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 800 personel bekerja secara bergantian untuk pengamanan, pengawasan, dan percepatan pemulihan jalan nasional di Aceh. Tim ini melibatkan petugas dari Kementerian PU, BUMN karya konstruksi, unsur Pemerintah daerah, serta kepolisian dan TNI.

Selain personel, sebanyak 145 unit alat berat telah didistribusikan di beberapa titik yang terdampak bencana. Di antaranya terdiri dari 67 unit ekskavator, 48 dump truck untuk pengangkutan material, 12 wheel loader, 6 unit crane, serta 12 unit peralatan pendukung lainnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan serta memastikan roda ekonomi masyarakat tetap bergerak di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat.

Meski penanganan dilakukan secara intensif, pihak BPJN tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan perjalanan, terutama pada malam hari atau saat curah hujan tinggi. Potensi longsor susulan masih terbuka mengingat kondisi alam yang labil di kawasan pegunungan. Pemerintah daerah juga diminta bersinergi dalam penyediaan logistik darurat, shelter sementara, serta mendukung sarana pengamanan jalur alternatif selama masa pemulihan berlangsung.

Peristiwa longsor ini menambah deretan tantangan infrastruktur jalan nasional di wilayah Aceh yang sebagian besar didominasi oleh jalur pegunungan dan perbukitan yang curam. Kementerian PU menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap desain dan sistem mitigasi bencana pada koridor vital, termasuk penataan drainase, penguatan struktur lereng, dan pemasangan alat monitoring di titik rawan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun infrastruktur tangguh bencana di seluruh wilayah Indonesia. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru