Kegiatan Psikososial Bintang Kecil Kolaboratif Sukses; Zakari Aditya: Fokus Utama Kami Adalah Anak-anak Terdampak Bencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:20 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BARAT |  Kegiatan Psikososial Bintang Kecil Kolaboratif terlaksana dengan keikutsertaan Relawan Petani Muda Millenial (RPMM), CV Daratan Samudera dan Universitas Teuku Umar (UTU). Keseluruhan dari organisasi yang terlibat memilih Desa Sikundo dan Canggai, Pante Ceureumen, Aceh Barat sebagai lokasi pelaksanaannya.

Sebelumnya seluruh relawan kebencanaan melaksanakan kegiatan pada lokasi yang dituju, kegiatan diawali dengan pembekalan para relawan lintas organisasi tersebut yang berlangsung di kampus UTU oleh Maria Ulfa selaku Koordinator Psikososial Bintang Kecil berupa materi Psichologicak First Aid (PFA) pada 24 Januari 2026, setelahnya barulah para relawan menuju lokasi yang dituju.

Salah satu relawan kebencanaan dari Relawan Petani Muda Millenial (RPMM) sebagai organisasi yang terlibat, Zakari Aditya (Ketua Bidang Logistik RPMM) menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Sikundo dan Canggai dikarenakan kedua desa tersebutlah yang terdampak paling parah di Aceh Barat dan fokus utamanya adalah memberikan terapi kepada anak-anak yang terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaan kegiatan kolaboratif psikososial bintang kecil ini dilaksanakan di Desa Sikundo dan Canggai, Pante Ceureumen, Aceh Barat dikarenakan kedua desa ini adalah daerah terdampak parah dari bencana yang terjadi di Aceh Barat. Fokus utama kegiatan kali ini adalah memberikan terapi kepada anak-anak terdampak bencana.” Jelas Zakari Aditya.

Kegiatan yang berpesertakan 20 orang mahasiswa itu dimulai dari tanggal 25-28 Januari 2026. Dalam kegiatan itu anak-anak Desa Sikundo dan Canggai yang turut hadir berjumlah 67 anak mulai dari TK hingga SD.

Zakari Aditya kembali melanjutkan penjelasannya dengan mengatakan bahwasanya bentuk kegiatan yang dilaksanakan di lokasi terdampak bencana itupun beragam, seperti: Senam bersama, story telling tentang banjir, membaca buku hingga menggambar dan bermain kolase.

“Bentuk kegiatan yang dilaksanakan beranekaragam dan kami relawan dibagi-bagi menurut kelompoknya masing-masing.” Lanjut Zakari Aditya.

Diakhir penjelasannya, Zakari Aditya berharap kegiatan-kegiatan yang berfokus pada terapi anak-anak korban terdampak bencana ini dapat terus menerus dilakukan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk dilaksanakan juga pada daerah terdampak lain mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa.

“Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus-menerus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan untuk juga dapat dilaksanakan pada titik-titik lain yang sama-sama terdampak bencana. Kegiatan yang berfokus pada terapi anak-anak terdampak bencana ini tentunya sangatlah baik, sebab anak-anak tersebut adalah generasi penerus bangsa yang tak boleh kita lalaikan terkait tumbuh kembangnya.” Tutup Zakari Aditya (*)

Berita Terkait

Wujud Solidaritas, IPELMAWAR Meulaboh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Lhok Malee
Rakor Bersama BNPB, Bupati TRK Harap Masyarakat Bisa Tempati Huntara Sebelum Ramadan
Hadiri Program Malam Donasi Parkside Meuligoe Hotel; RPMM: Program Ini Luar Biasa!
PTMSI Nagan Raya Mengikuti Try Out Di Aceh Barat Untuk Melatih Mental Menuju PORA 2026
RPMM Kembali Open Donasi; Relawan: Kali Ini Untuk Penyaluran Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang
Jum’at Berkah: Lembaga Pejuang Srikandi Aceh Barat Peduli Tanggap Darurat Bencana Salurkan Bantuan Sosial
Dua Rumah Wartawan SWI Hanyut Akibat Banjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang
DEKAN FIK UTU BUKA ACARA SEMINAR ILMIAH K3

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:33 WIB

156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:28 WIB

Ketua Umum DEMA Ushuluddin dan Filsafat Kecam Pengadaan Mobil Dinas BRA Sebesar 20 Miliyar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:14 WIB

Dana Bencana Rp132 Miliar Dipertanyakan, Alamp Aksi Desak Sekda Bertanggung Jawab dan KPK Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:10 WIB

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:20 WIB

Tata Kelola Birokrasi Amburadul dan Penanganan Bencana Lamban, Pergantian Sekda Aceh Tak Bisa Ditunda

Selasa, 27 Januari 2026 - 01:54 WIB

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Gelar Upacara Hari Pabean Internasional 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:23 WIB

Ketua Umum HMI FKIP USK: Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar adalah Penghinaan di Tengah Duka Aceh

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:53 WIB

Soal Rekomendasi IUP, Pernyataan Klaim Sekdis DPMPTSP Aceh Selatan Dinilai Menyesatkan Publik

Berita Terbaru