GAYO LUES | Semangat gotong royong dan kepedulian sosial tergambar kuat dalam kegiatan pemulihan pascabencana yang dilaksanakan di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., tim gabungan dari berbagai unsur turun tangan membantu membersihkan fasilitas pendidikan serta membuka kembali akses warga yang sempat terputus akibat bencana alam.
Kegiatan terfokus pada upaya membersihkan SMP Negeri 1 Pining yang sebelumnya terdampak banjir dan lumpur. Bersama Danyon Penugasan Kompol Irfan Abdul Gofar, S.I.K., Kapolres memimpin jalannya kerja bakti dengan melibatkan sejumlah personel dari Satbrimob Polda Sumatera Selatan, Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Polres Gayo Lues, serta anggota Polsek Pining. Mereka turun ke lapangan tanpa sekat jabatan, secara langsung menyusuri setiap ruang kelas, memindahkan lumpur yang mengendap, dan mengangkat sisa-sisa material banjir menggunakan alat-alat sederhana.
Suasana kerja bakti tampak dipenuhi semangat tulus dan kebersamaan. Para personel bergantian mengangkat bangku yang rusak, mencuci lantai berlumpur, hingga membersihkan dinding ruang belajar. Semua dilakukan agar siswa-siswi dapat segera kembali ke kelas dan melanjutkan kegiatan belajar dengan rasa aman dan nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres menyampaikan bahwa gerakan ini bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan juga bagian dari kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak di daerah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan meski situasi belum sepenuhnya pulih. Ia menekankan pentingnya kembalinya fungsi sekolah sebagai ruang tumbuh dan belajar bagi generasi muda.
“Kami ingin memastikan anak-anak kita tidak kehilangan semangat belajar hanya karena fasilitasnya belum siap. Sekolah harus segera kembali berfungsi normal agar tidak ada lagi proses belajar mengajar di bawah tenda darurat,” ujar Kapolres.
Selain membersihkan sekolah, tim gabungan juga melanjutkan kegiatan dengan membantu pembukaan akses jalan dari Desa Pertik ke Desa Ekan. Akses tersebut sempat tertimbun material longsor dan menjadi hambatan besar bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian, termasuk distribusi logistik dan kebutuhan pokok. Kehadiran tim gabungan membantu mempercepat proses pembukaan jalan, sehingga roda kehidupan masyarakat bisa kembali bergerak.
Wujud kepedulian lainnya juga tampak melalui penyaluran langsung bantuan logistik kepada warga yang terdampak cukup berat di Desa Ekan dan Desa Pasir Putih. Bantuan disalurkan secara merata, mencakup kebutuhan mendasar seperti makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan harian. Proses distribusi dilakukan secara tertib, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis yang menunjukkan empati dan kedekatan antara aparat dan warga.
Kegiatan ini merefleksikan peran aparat keamanan yang tidak hanya hadir dalam konteks pengamanan, tetapi juga berperan aktif sebagai bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan. Kolaborasi antara berbagai satuan di lingkungan Polri juga menunjukkan kekuatan solidaritas dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang tengah bangkit dari masa sulit.
Gotong royong dan aksi kemanusiaan ini menjadi penegas bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam proses pemulihan. Kapolres dan seluruh tim yang terlibat memperlihatkan bahwa membantu sesama adalah bagian tak terpisahkan dari tugas, terlebih saat masyarakat mengalami krisis. Aksi nyata di Pining menjadi contoh bahwa kerja bersama, kepedulian, dan kehadiran di lapangan bisa memberikan harapan baru serta semangat pulih bagi warga yang terdampak. (ABDIANSYAH)






































