Kapolres Gayo Lues Beli Hasil Panen Warga Terisolasi di Kecamatan Pining

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 01:07 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Kepolisian Resor Gayo Lues menunjukkan langkah humanis dan responsif dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Di tengah upaya evakuasi dan penyaluran bantuan ke wilayah terpencil yang masih terisolasi, Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., turun langsung membeli hasil panen warga yang tidak dapat dipasarkan akibat terputusnya akses jalan.

(Yasir Asbalah)

Sepekan lebih pascabencana, desa-desa di Kecamatan Pining masih mengalami isolasi akibat jalan utama menuju wilayah tersebut rusak parah. Longsor dan amblasnya badan jalan membuat akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama belasan jam. Salah satunya, menuju Desa Pepelah, warga dan relawan harus menempuh perjalanan hingga 12 jam melintasi jalur pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak hanya masalah bantuan sembako yang sulit disalurkan, petani di sini juga tidak bisa membawa hasil panennya ke kota. Mereka harus berjalan kaki seharian penuh hanya untuk menjual durian atau hasil kebun lainnya,” ujar Kapolres, Senin (15/12/2025).

Kapolres bersama Kasat Resnarkoba Polres Gayo Lues Iptu Bambang Pelis, S.H., M.H., memutuskan untuk membeli langsung hasil kebun milik masyarakat di lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, agar warga tidak harus menempuh perjalanan berat ke kota hanya demi menjual hasil tani mereka.

Selain membeli hasil panen, jajaran Polres juga membawa bantuan sembako dan mengangkut warga menggunakan kendaraan offroad untuk mempermudah mobilisasi dan pendistribusian bantuan logistik. Dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan relawan menerobos lokasi terdampak menggunakan sepeda motor trail dan mobil 4×4.

Perjalanan hanya memungkinkan hingga Desa Pepelah, dan dilanjutkan ke Desa Pintu Rime dengan berjalan kaki. Tim bahkan memilih bermalam di titik terparah longsor sambil memantau pengerjaan alat berat yang sedang membuka kembali jalur akses utama.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terkena dampak langsung ini tidak merasa sendiri. Pemerintah dan aparat hadir untuk membantu sekuat tenaga,” kata Kapolres.

Aksi solidaritas ini disambut hangat oleh warga. Selain meringankan beban ekonomi mereka, pembelian hasil panen langsung dari lokasi juga memberi harapan baru di tengah keterbatasan pascabencana.

Saat ini, upaya pemulihan jalan terus dilakukan. Pemerintah kabupaten bersama tim teknis dari dinas terkait mengupayakan pembukaan jalur sementara agar kendaraan logistik dan bantuan medis bisa menjangkau lokasi terdampak tanpa harus melalui jalur ekstrem.

Masyarakat berharap jalur utama segera bisa dilalui secara normal untuk memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial yang sempat terhenti akibat bencana. Bagi warga Pining, sawah dan kebun bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga sumber ketahanan hidup sehari-hari. Dukungan yang hadir secara langsung di lapangan menjadi penguat semangat mereka untuk bangkit melewati masa sulit.

 

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru