Sepekan lebih pascabencana, desa-desa di Kecamatan Pining masih mengalami isolasi akibat jalan utama menuju wilayah tersebut rusak parah. Longsor dan amblasnya badan jalan membuat akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama belasan jam. Salah satunya, menuju Desa Pepelah, warga dan relawan harus menempuh perjalanan hingga 12 jam melintasi jalur pegunungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak hanya masalah bantuan sembako yang sulit disalurkan, petani di sini juga tidak bisa membawa hasil panennya ke kota. Mereka harus berjalan kaki seharian penuh hanya untuk menjual durian atau hasil kebun lainnya,” ujar Kapolres, Senin (15/12/2025).
Kapolres bersama Kasat Resnarkoba Polres Gayo Lues Iptu Bambang Pelis, S.H., M.H., memutuskan untuk membeli langsung hasil kebun milik masyarakat di lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, agar warga tidak harus menempuh perjalanan berat ke kota hanya demi menjual hasil tani mereka.
Selain membeli hasil panen, jajaran Polres juga membawa bantuan sembako dan mengangkut warga menggunakan kendaraan offroad untuk mempermudah mobilisasi dan pendistribusian bantuan logistik. Dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan relawan menerobos lokasi terdampak menggunakan sepeda motor trail dan mobil 4×4.
Perjalanan hanya memungkinkan hingga Desa Pepelah, dan dilanjutkan ke Desa Pintu Rime dengan berjalan kaki. Tim bahkan memilih bermalam di titik terparah longsor sambil memantau pengerjaan alat berat yang sedang membuka kembali jalur akses utama.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terkena dampak langsung ini tidak merasa sendiri. Pemerintah dan aparat hadir untuk membantu sekuat tenaga,” kata Kapolres.
Aksi solidaritas ini disambut hangat oleh warga. Selain meringankan beban ekonomi mereka, pembelian hasil panen langsung dari lokasi juga memberi harapan baru di tengah keterbatasan pascabencana.
Saat ini, upaya pemulihan jalan terus dilakukan. Pemerintah kabupaten bersama tim teknis dari dinas terkait mengupayakan pembukaan jalur sementara agar kendaraan logistik dan bantuan medis bisa menjangkau lokasi terdampak tanpa harus melalui jalur ekstrem.
Masyarakat berharap jalur utama segera bisa dilalui secara normal untuk memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial yang sempat terhenti akibat bencana. Bagi warga Pining, sawah dan kebun bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga sumber ketahanan hidup sehari-hari. Dukungan yang hadir secara langsung di lapangan menjadi penguat semangat mereka untuk bangkit melewati masa sulit.