BLANGKEJEREN | Kabupaten Gayo Lues, Aceh, hingga akhir Desember 2025 masih terus berjuang memulihkan diri dari dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November. Meski beberapa sektor mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun kondisi jaringan listrik yang masih terbatas menjadi hambatan utama bagi aktivitas warga, pemulihan layanan publik, serta distribusi bantuan logistik.
Hingga memasuki pekan keempat pascabencana, sejumlah kecamatan masih mengalami pemadaman listrik total, sementara sebagian lainnya hanya mendapat aliran listrik secara bergilir. Berdasarkan laporan dari lapangan, aliran listrik baru menyala sebagian di beberapa wilayah seperti Kecamatan Blangkejeren, Kuta Panjang, dan Pantan Cuaca. Itu pun dengan daya terbatas, dengan hanya sekitar 90 persen kapasitas dan belum mencakup seluruh kawasan pemukiman.
Sementara itu, empat kecamatan lainnya, yakni Putri Betung, Terangun, Tripe Jaya, dan Pining, dilaporkan masih mengalami pemadaman total. Hal ini disebabkan oleh kerusakan jaringan tegangan menengah dan rendah, terputusnya jalur distribusi, serta belum tersedianya pasokan bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan genset pada gardu-gardu listrik di daerah terpencil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi geografis Gayo Lues yang dikelilingi pegunungan, ditambah dengan kerusakan akses jalan utama akibat longsor, memperlambat proses evakuasi material, pengangkutan peralatan, dan mobilisasi petugas PLN ke lokasi-lokasi terdampak. Saat ini, sebagian besar jalur yang digunakan masih merupakan jalur alternatif yang belum sepenuhnya stabil. Jalan menuju sejumlah desa masih dipenuhi material longsoran, sebagian lainnya menyempit dan hanya bisa dilalui kendaraan ringan dalam kondisi cuaca tertentu. Meski jalur utama yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara melalui Putri Betung sudah bisa dilalui, kondisi jalan masih labil dan rawan longsor susulan.
Kendala dalam transportasi juga berdampak pada distribusi pasokan bahan bakar ke gardu dan pembangkit lokal. Sebelumnya, bahan bakar untuk operasional listrik biasanya diangkut dengan truk tangki. Kini, pengiriman bergantung pada kendaraan ringan seperti cold diesel, karena ukuran jalan yang menyempit dan medan yang sulit.
Di sisi lain, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan yang terdiri dari PLN, aparat TNI-Polri, dan relawan. Mereka bekerja dari satu kecamatan ke kecamatan lain melakukan asesmen jaringan, membersihkan puing longsor, memasang kembali tiang distribusi yang roboh, hingga menyiapkan suplai listrik darurat untuk fasilitas-fasilitas penting seperti puskesmas, masjid, dan pos pengungsian.
Meski situasi di beberapa titik sudah mulai tertangani, namun tantangan masih besar, terutama dalam menjangkau desa-desa yang terletak di daerah perbukitan atau dekat bantaran sungai. Salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolasi total adalah Kecamatan Pining. Akses jalan menuju kecamatan ini belum bisa ditembus kendaraan roda empat maupun roda dua. Akibatnya, distribusi bantuan logistik ke wilayah tersebut masih sangat terbatas dan hanya dapat dilakukan melalui jalur darat darurat yang dilalui petugas dan relawan dengan berjalan kaki.
Pemerintah daerah menyampaikan bahwa distribusi logistik seperti bahan pokok, air bersih, dan perlengkapan sandang sejauh ini sudah menjangkau hampir seluruh kecamatan terdampak, kecuali wilayah yang masih terisolasi secara fisik. Penanganan darurat terus dilakukan, termasuk penempatan personel di titik-titik longsor agar warga dapat melintas dengan aman.
Sementara itu, kebutuhan paling mendesak saat ini selain listrik adalah air bersih, tempat tinggal sementara, serta fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian. Masyarakat Gayo Lues juga mulai mengeluhkan munculnya gangguan kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi, terutama di wilayah padat pengungsi.
Pemerintah Provinsi Aceh menginstruksikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar di Gayo Lues, baik menyangkut listrik, jalan, jembatan, maupun komunikasi. Selain itu, rencana jangka menengah juga sedang disusun untuk memastikan kesiapsiagaan wilayah-wilayah rawan bencana dapat ditingkatkan ke depannya.
Kondisi listrik yang masih terbatas di Gayo Lues menjadi simbol betapa krusialnya infrastruktur dasar dalam proses pemulihan pascabencana. Di tengah medan yang menantang dan tantangan cuaca, harapan masyarakat tertumpu pada keberlanjutan upaya rehabilitasi yang cepat, merata, dan berkelanjutan. Mereka berharap, bukan hanya penerangan yang kembali hadir, tetapi juga kehidupan yang berjalan normal seperti sedia kala. (red)






































