Gayo Lues, 19 Desember 2025 — PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tetap berjalan meski menghadapi tantangan medan berat pascabanjir bandang dan longsor yang menimpa wilayah tersebut. Penyaluran terus dilakukan setiap hari melalui skema alternatif, sebagai bentuk komitmen menjaga ketersediaan energi di daerah terdampak bencana.
**Area Manager Communication & Relations PT Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampow**, menyampaikan bahwa akses darat menuju Gayo Lues saat ini hanya dapat dilalui melalui jalur Meulaboh, dengan estimasi waktu tempuh antara 1,5 hingga 2 hari. Di sepanjang jalur tersebut, kerusakan cukup parah tercatat terjadi pada puluhan titik yang meliputi longsor dan rusaknya jembatan.
“Setidaknya 95 jembatan mengalami kerusakan parah. Jalur ini tidak memungkinkan dilintasi oleh mobil tangki berkapasitas besar karena kontur jalan yang tidak stabil,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai solusi, Pertamina mengandalkan kendaraan **light truck** yang mengangkut **Intermediate Bulk Container (IBC)**, masing-masing berkapasitas 1 kiloliter, untuk menyalurkan BBM ke Gayo Lues. Skema ini dimaksudkan untuk memastikan pasokan tetap masuk secara bertahap, meski belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
“Skema alternatif ini memungkinkan pasokan tetap dikirim setiap hari, walaupun belum maksimal. Tapi ini bentuk prioritas kita untuk jaga layanan dasar di Gayo Lues,” jelasnya.
Di tengah tantangan tersebut, lanjut Fahrougi, Pertamina juga tengah mempersiapkan **penguatan distribusi bertahap**, salah satunya dengan penambahan armada tanker kecil berkapasitas 5 kiloliter. Jenis armada tersebut dinilai lebih fleksibel untuk melintasi rute darurat dan medan sempit. Penggunaan tanker kecil ini akan dikombinasikan dengan pengangkutan BBM menggunakan kontainer IBC.
Tak hanya dari sisi armada, PT Pertamina juga menyiapkan **SPBU Hub atau kantong pasokan** di sepanjang Jalur Lintas Barat Provinsi Aceh, sebagai posisi penyangga distribusi logistik energi. Langkah ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pengiriman antar ritase dan meningkatkan frekuensi pengiriman BBM ke Gayo Lues.
“Dengan dukungan SPBU hub yang siaga dalam kondisi bermuatan, ritase distribusi bisa lebih sering dan cepat. Ini krusial untuk memenuhi kebutuhan BBM, khususnya bagi sektor-sektor prioritas,” ujar Fahrougi.
Menurutnya, fokus utama penyaluran dalam situasi bencana saat ini mencakup **kelistrikan, rumah sakit, layanan umum, kendaraan evakuasi, serta alat berat yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur**. Oleh karena itu, seluruh proses distribusi dilakukan dengan memprioritaskan aspek **keselamatan, keamanan, dan keberlangsungan logistik energi di wilayah terdampak.**
“Kami mohon pengertian masyarakat Gayo Lues. Seluruh langkah ini dilakukan dengan dasar tanggap darurat, dan Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan semua pihak agar distribusi tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Distribusi logistik energi ke Gayo Lues menjadi ujian tersendiri pascabencana awal bulan ini. Selain terbatasnya akses, ketergantungan pada jalur darat membuat kecepatan pemulihan sangat bergantung pada keandalan sistem distribusi. Di beberapa titik, harga eceran BBM bahkan sempat melonjak karena pasokan tidak stabil.
Dengan berbagai upaya alternatif distribusi yang sedang dikerahkan, pemerintah daerah dan masyarakat berharap agar pasokan BBM segera kembali normal, dapat diakses dengan harga wajar, dan mendukung percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi pascbencana. (Red)






































