Jalur Aceh Tenggara-Gayo Lues Dibuka, Bupati Warning Pengusaha Gas dan BBM

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:13 WIB

50316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Setelah akses jalan antara Aceh Tenggara dan Gayo Lues kembali dapat dilalui oleh kendaraan, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengingatkan para pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan distributor gas elpiji untuk tidak bersikap pasif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi darurat bencana. Penegasan ini disampaikan Suhaidi dalam rapat penanganan bencana yang digelar di Umah Pitu Ruang, Sabtu malam, 20 Desember 2025.

Menurut Suhaidi, meski belum sepenuhnya pulih, jalur penghubung vital antar dua kabupaten tersebut telah bisa diakses sejak beberapa hari terakhir. Ia menyebut masih ada beberapa titik jalan yang memerlukan perbaikan, namun proses perbaikan telah dilakukan intensif. Ia berharap keadaan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

“Kemarin sudah bisa lewat, tetapi memang masih ada satu dua titik yang harus diperbaiki dan saat ini sedang dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan sudah mulai normal,” ujarnya dalam rapat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan terbukanya jalur logistik dari Aceh Tenggara ke Gayo Lues, Bupati menekankan agar para pelaku usaha tidak lagi beralasan atas kelangkaan bahan bakar minyak dan gas elpiji. Ia tidak ingin kejadian kelangkaan yang sempat terjadi di tengah warga terulang kembali, apalagi sampai menimbulkan keresahan hingga aksi massa.

“Karena kalau pengusaha itu mau, gas dari Aceh Tenggara sudah bisa diangkut ke Kabupaten Gayo Lues. Pak Samsul Bahri (Kadisprindagkop), tolong sampaikan, tindak tegas terus ini urusan darurat, jangan manja kita di sini,” tegasnya.

Suhaidi mengingatkan peristiwa beberapa waktu lalu, saat ratusan warga, mayoritas ibu-ibu, mendatangi Pendopo Bupati untuk menyuarakan keluhan atas sulitnya mendapatkan gas elpiji. Kejadian itu menurutnya menjadi peringatan bahwa pemerintah dan pelaku usaha perlu bergerak lebih cepat dan responsif dalam menghadapi situasi bencana.

“Jangan sampai nanti kejadian seperti kemarin lagi, ada 300 ibu-ibu yang menyerang kami dengan Pak Wakil. Saya hargai itu, karena ke mana mereka mau mengadu kalau bukan kepada kami,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, Bupati telah menginstruksikan pengiriman beberapa kendaraan berjenis kabin ganda ke Aceh Tenggara untuk menjemput tabung-tabung gas elpiji dan segera dibagikan ke masyarakat di wilayah terdampak. Ia juga menekankan bahwa pengangkutan bisa dilakukan dengan berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kondisi lapangan.

“Jika tidak bisa roda 16, cukup dengan roda 6, roda 4 atau roda dua. Jika kita ada kemauan, kita bisa menyediakan gas untuk kebutuhan masyarakat,” tutup Suhaidi.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk memastikan stabilitas pasokan energi rumah tangga. Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tetap terjaga demi menjamin kelangsungan hidup warga di masa sulit seperti sekarang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru