Hujan Deras Picu Longsor Beruntun, Gayo Lues Kembali Terisolasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:04 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sejak awal pekan memicu serangkaian bencana tanah longsor di sejumlah titik strategis. Salah satu longsoran terparah terjadi di Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan vital yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara tertutup total oleh material longsor, sehingga membuat wilayah Gayo Lues kembali terisolasi.

Longsor di Desa Ramung Musara terjadi pada Minggu (4/1/2026) pagi. Material tanah dari lereng yang labil meluncur ke badan jalan, disertai gemuruh. Warga setempat melaporkan kejadian ini dengan penuh kewaspadaan dan mengimbau agar masyarakat menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko longsor susulan. Sebelumnya, akses jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara sempat bisa dilalui kendaraan secara darurat, meski kondisi jalannya masih rawan. Namun, longsor beruntun yang terjadi menyebabkan jalan kembali lumpuh total. Belum ada keterangan resmi mengenai estimasi waktu perbaikan maupun pembukaan kembali jalur transportasi tersebut.

Seiring meningkatnya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir, wilayah Gayo Lues berada dalam status siaga bencana. Topografi daerah yang didominasi pegunungan menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap bencana longsor pada musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan yang memiliki potensi bahaya tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Longsor yang menutupi jalan utama tidak hanya menghambat jalur transportasi barang dan pangan, tetapi juga memutus akses warga terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan logistik. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, aktivitas masyarakat lumpuh dan pasokan kebutuhan pokok mulai terhambat. Masyarakat kini mengandalkan jalur komunikasi terbatas dan usaha mandiri untuk mencukupi kebutuhan harian.

Di lokasi terdampak, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mulai melakukan penanganan darurat. Proses pembersihan area terdampak longsor terus diupayakan menggunakan alat berat yang telah dikerahkan. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan karena medan berat dan cuaca yang belum bersahabat. Petugas juga telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi longsor untuk mencegah masyarakat mendekat dan menjaga keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah meminta dukungan dari pemerintah provinsi dalam bentuk logistik, alat berat tambahan, serta pembukaan jalur alternatif untuk menghubungkan wilayah yang terisolasi. Rencana evakuasi warga yang tinggal di zona rawan juga sedang dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng-lereng bukit dengan kemiringan curam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa tanah longsor merupakan bencana tahunan yang kerap terjadi di wilayah Pegunungan Leuser, termasuk Gayo Lues, terutama selama musim hujan yang berlangsung antara November hingga Februari. Aktivitas pembukaan lahan tanpa kontrol di beberapa lereng juga ditengarai turut memperparah kondisi struktur tanah yang mudah terkikis air.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, khususnya pada malam hari saat curah hujan meningkat dan jarak pandang terbatas. BPBD akan terus memberikan pembaruan informasi melalui siaran lokal dan posko informasi. Edukasi darurat bagi warga terus dilakukan agar mereka siap menghadapi kondisi terburuk.

Dengan curah hujan yang masih tinggi dan risiko pergerakan tanah yang belum reda, seluruh upaya kini difokuskan pada penanganan darurat dan pengurangan risiko. Koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan dan mencegah kerugian lebih besar. Dalam situasi penuh keterbatasan ini, semangat gotong royong dan kewaspadaan bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana alam yang tengah melanda kawasan ini. (RED)

Berita Terkait

Brimob Aceh, Adalah Sahabat Anak, Peduli Terhadap Dunia Pendidikan
Pria 79 Tahun Ditemukan Membusuk di Desa Panglima Linting, Visum RSUMAK Nyatakan Kematian Alami Tanpa Tindakan Kekerasan
Pembangunan Huntara di Desa Persiapan Pungke Jaya Mandek, Warga Desak BNPB Beri Kepastian
Kapolres Gayo Lues Terima Penghargaan Kapolda Aceh atas Keberhasilan Penanganan Bencana Hidrometeorologi
Polisi Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, 1 Warga Medan dan 2 Napi Mantan Calon Bupati Gayo Lues Periode 2025-2030
Penyaluran Bantuan Sapi Presiden di Gayo Lues Dilakukan Transparan, Pemerintah Pastikan Proses Pembelian dan Distribusi Akuntabel
Abdul Azis, Kontributor TVRI Aceh, Raih Penghargaan Kapolres Gayo Lues atas Karya Jurnalistik Berkualitas dalam Liputan Bencana Meteorologi
Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:54 WIB

WANGSA Desak Pemkab Aceh Barat Realisasi Jembatan Cot Manggie di tahun 2026

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:05 WIB

Remaja Aceh Barat Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum TNI, Tuai Sorotan DPR RI

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:56 WIB

Hj. Siti Ramazan Terpilih Jadi Ketua Partai PAN Aceh Barat Lima Tahun Kedepan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:20 WIB

Kegiatan Psikososial Bintang Kecil Kolaboratif Sukses; Zakari Aditya: Fokus Utama Kami Adalah Anak-anak Terdampak Bencana

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:00 WIB

Wujud Solidaritas, IPELMAWAR Meulaboh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Lhok Malee

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:13 WIB

Rakor Bersama BNPB, Bupati TRK Harap Masyarakat Bisa Tempati Huntara Sebelum Ramadan

Kamis, 1 Januari 2026 - 04:11 WIB

Hadiri Program Malam Donasi Parkside Meuligoe Hotel; RPMM: Program Ini Luar Biasa!

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:10 WIB

PTMSI Nagan Raya Mengikuti Try Out Di Aceh Barat Untuk Melatih Mental Menuju PORA 2026

Berita Terbaru