Gayo Lues, 6 September 2025 – Sejak dua tahun terakhir, kehidupan Imam Kuteguh, seorang anak laki-laki dari Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, berubah drastis. Anak berusia sembilan tahun ini harus berjuang melawan penyakit yang mengancam tumbuh kembangnya, sambil menantikan uluran tangan dari masyarakat luas.
Imam mulai mengalami keluhan serius sejak 2023. Kondisi kesehatannya kian memburuk, sehingga memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit Ali Kasim. Menurut keluarga, setiap aktivitas sederhana yang bagi anak seusianya seharusnya ringan kini menjadi tantangan besar bagi Imam.
Tim medis yang menangani Imam menyebutkan, anak ini menderita tiga penyakit serius sekaligus. Pertama, skoliosis traumatik, kelainan tulang belakang yang terjadi akibat trauma fisik sebelumnya. Skoliosis ini menyebabkan Imam sulit bergerak dan nyeri yang berkelanjutan. Selain itu, Imam juga mengalami malnutrisi. Kekurangan gizi yang dideritanya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit lain. Kondisi ini membuat proses pemulihannya lebih kompleks dan memerlukan perhatian nutrisi khusus. Penyakit ketiga yang dialami Imam adalah abses, infeksi lokal yang menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri hebat. Abses yang tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan komplikasi serius dan membutuhkan tindakan medis segera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Orangtua Imam, yang sehari-hari mengandalkan penghasilan terbatas dari pekerjaan pertanian, kini harus berjuang untuk membiayai pengobatan anak mereka. Biaya medis yang tinggi menjadi beban berat, sehingga keluarga sangat berharap ada bantuan dari masyarakat. Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7285066508 atas nama Artiana. Untuk informasi lebih lanjut, keluarga dapat dihubungi melalui nomor 0822-9355-6300 (Artiana). Setiap sumbangan, sekecil apapun, diyakini akan menjadi harapan baru bagi Imam untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Dengan dukungan masyarakat, ada peluang bagi Imam untuk kembali sehat, ceria, dan menikmati masa kecil yang seharusnya penuh keceriaan.
Dokter dan tenaga medis berharap, dengan penanganan yang tepat dan dukungan nutrisi, kondisi Imam dapat membaik secara bertahap. Selain itu, perhatian dari masyarakat akan menjadi motivasi besar bagi anak ini untuk tetap bersemangat menjalani proses penyembuhan. Artiana, anggota keluarga Imam, mengatakan, “Kita semua memiliki peran dalam membantu anak-anak seperti Imam. Dengan sedikit kepedulian kita, mereka bisa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya.”
Kisah Imam Kuteguh menjadi pengingat bahwa di balik setiap senyuman anak-anak, ada perjuangan yang kadang tersembunyi. Kepedulian nyata dari masyarakat adalah jembatan menuju harapan bagi masa depan mereka. Setiap rupiah yang disalurkan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan harapan dan kesempatan bagi Imam untuk kembali menjalani hidup dengan sehat dan ceria (AMJ)








































