GAYO LUES, BARANEWS— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Rabu (24/9/2025), pukul 22.29 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada kedalaman dangkal sekitar 2 kilometer, dengan jarak 24 kilometer timur laut Gayo Lues.
Gempa berlokasi pada titik koordinat 4,15 lintang utara dan 97,50 bujur timur. Meski kekuatannya terbilang sedang, gempa ini cukup dirasakan oleh masyarakat karena terjadi di darat dan cukup dekat dengan permukaan tanah. Getaran dirasakan di sejumlah wilayah sekitar episentrum dengan intensitas ringan.
Peta guncangan yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa gempa masuk kategori II hingga III MMI, artinya getaran dirasakan sebagian orang namun belum cukup kuat untuk menimbulkan kerusakan. Hingga Kamis pagi, belum ada laporan terkait dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, gempa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa Aceh merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Jalur sesar aktif yang melintasi wilayah ini berpotensi memicu aktivitas seismik kapan saja, baik dari sesar lokal maupun aktivitas subduksi lempeng.
Wilayah Gayo Lues dan sekitarnya secara geografis berada di zona rawan gempa sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga. Energi gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini dapat dirasakan secara luas di permukaan meskipun kekuatannya tidak besar.
BMKG mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan dengan energi yang lebih kecil. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.
Gempa ini tidak memicu peringatan dini tsunami karena pusat gempa berada di darat dan tidak berkaitan dengan deformasi dasar laut. Aktivitas masyarakat di sekitar wilayah terdampak dilaporkan tetap berjalan normal setelah gempa terjadi.
Pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus melakukan pemantauan di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan perbukitan, mengingat potensi bahaya sekunder yang dapat terjadi pasca-gempa. (RED)







































