Gayo Lues — Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Kamis malam (26/12) pukul 21.06 WIB. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra, tepatnya pada segmen Oreng.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menyebutkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 4,14° Lintang Utara dan 97,48° Bujur Timur. Pusat gempa berada di darat, berjarak sekitar 24 kilometer timur laut Gayo Lues, pada kedalaman dangkal, yakni dua kilometer di bawah permukaan bumi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Oreng,” ujar Hendro dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Getaran gempa dirasakan di kawasan Gayo Lues dan Aceh Tamiang dengan skala intensitas II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seolah-olah ada truk berlalu. Meskipun dirasakan oleh sebagian masyarakat, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur di kedua wilayah tersebut.
BMKG juga mencatat bahwa hingga pukul 21.34 WIB tidak terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan di sekitar lokasi kejadian. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kemungkinan gempa susulan dalam waktu dekat.
Menanggapi kejadian ini, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang bersifat spekulatif ataupun tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hendro mengimbau agar warga hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disampaikan melalui kanal digital resmi @infoBMKG, website www.bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, Telegram channel InaTEWS_BMKG, maupun aplikasi mobile ‘InfoBMKG’,” tegasnya.
Gempa bumi dangkal di daratan Aceh bukan peristiwa langka mengingat wilayah ini memiliki kerentanan tinggi akibat keberadaan Sesar Besar Sumatra yang memanjang dari utara hingga selatan Pulau Sumatra. Sejumlah segmen dalam sistem sesar ini diketahui masih menyimpan potensi aktivitas seismik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
BMKG terus mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana gempa bumi, termasuk pentingnya mengenali kondisi bangunan, jalur evakuasi, serta tata laksana keselamatan ketika gempa terjadi. Sosialisasi kesiapsiagaan, utamanya di daerah rentan seperti dataran tinggi Gayo Lues, dinilai menjadi langkah penting dalam menekan risiko korban jiwa maupun kerugian material di masa mendatang.
Meskipun berskala kecil dan belum menimbulkan kerusakan, gempa seperti ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana geologi, terutama di wilayah-wilayah yang berada di jalur patahan aktif.[*]






































