GAYO LUES — Gempa bumi dengan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah timur Provinsi Aceh pada Kamis (26/12/2025) pukul 14.47 WIB. Menurut keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat, sekitar 19 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah dengan skala II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity). Warga di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa turut merasakan getaran ringan hingga sedang pada saat kejadian.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pastikan informasi terkait gempa diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG,” demikian pernyataan BMKG melalui kanal informasi resminya, Kamis sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Skala II-III MMI mengindikasikan bahwa getaran dirasakan jelas di dalam rumah, seakan-akan ada kendaraan berat yang melintas, namun umumnya tidak menimbulkan kerusakan. Meski demikian, beberapa warga di Gayo Lues dan Aceh Tamiang mengaku sempat keluar rumah untuk berjaga-jaga.
Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa. Pihak BPBD setempat masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi terkini.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat dan aparat desa untuk mengumpulkan informasi awal dampak gempa. “Kami sedang melakukan monitoring bersama warga, khususnya di desa-desa yang dekat dengan pusat gempa,” ujarnya saat dihubungi sore ini.
Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan peringatan 21 tahun bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004. Kendati tidak berkaitan langsung, momen ini kembali menggugah kewaspadaan masyarakat Aceh terhadap potensi gempa di wilayahnya yang masuk dalam zona seismik aktif.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengenali langkah-langkah mitigasi gempa bumi dan memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan terhadap guncangan. Sosialisasi kesiapsiagaan juga terus digencarkan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana.
Hingga informasi ini dipublikasikan, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk memperhatikan informasi terbaru yang disampaikan lembaga resmi, dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. (*)






































