slot preparation.lsrs.lu

Gayo Lues Masih Terisolasi, Warga Jalan Kaki 12 Jam Angkut Logistik di Tengah Gelap dan Lumpur

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:40 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues –  Hampir satu bulan setelah banjir bandang besar menerjang wilayah Gayo Lues, Aceh, sejumlah desa di kabupaten dataran tinggi itu masih terisolasi. Akses jalan darat terputus, listrik belum menyala penuh, dan warga terpaksa menempuh medan berat selama belasan jam untuk membawa kebutuhan pokok.

Di Kecamatan Blangkejeren, pusat administratif Kabupaten Gayo Lues, pasokan listrik masih belum stabil. Warga hanya bisa mengakses listrik dalam rentang waktu singkat, pukul 04.00 hingga 08.00 WIB. Setelah pukul 08.00, listrik padam kembali dan baru menyala sementara pada sore hari. Kondisi serupa kembali terjadi pada malam hari, sehingga mayoritas aktivitas warga berlangsung dalam keterbatasan penerangan.

Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih dalam penanganan bencana di wilayah pedalaman seperti Gayo Lues. Letaknya yang berada di dataran tinggi memberikan tantangan tambahan bagi distribusi bantuan, terlebih ketika infrastruktur lumpuh dan alat berat terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di daerah seperti Desa Pining, Kecamatan Pining, isolasi masih berlangsung. Jalan utama menuju desa tersebut terputus setelah amblas akibat longsor dan arus banjir deras. Warga dan relawan yang hendak menembus wilayah itu butuh waktu enam jam melalui jalur baru yang dibuka secara darurat. Jalur itu pun hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki melalui lintasan berlumpur yang licin dan menantang.

Tidak hanya menempuh perjalanan jauh, warga juga memikul beban logistik sendiri. Dalam satu kali perjalanan, mereka bisa membawa hingga 20–30 kilogram sembako dan keperluan harian. Demi memastikan distribusi bantuan merata, warga rela berjalan kaki 12 jam pulang pergi menuju posko terdekat. Tak sedikit yang mengeluhkan kelelahan karena perjalanan bolak balik menguras tenaga dan dilakukan hampir setiap hari sejak akses darat utama putus.

Upaya menembus desa yang terisolasi terus dilakukan oleh tim gabungan Pemerintah Daerah dan Kepolisian sejak masa tanggap darurat awal dicanangkan. Namun keterbatasan alat berat membuat proses pembersihan material longsoran berlangsung lambat. Jalan dan jembatan masih dalam perbaikan, bahkan sebagian belum tersentuh karena sulitnya mobilisasi peralatan ke lokasi bencana.

Kondisi di Desa Pining bahkan lebih memprihatinkan. Tidak hanya terisolasi, desa tersebut juga mengalami pemadaman listrik total sejak bencana terjadi. Tanpa pasokan energi, warga dan relawan harus mengandalkan lampu tenaga surya seadaanya. Tim kemanusiaan yang hendak membuka akses terpaksa mendirikan kamp di Dusun Papelah, empat hingga lima jam jalan kaki sebelum Desa Pining. Kamp tersebut menjadi titik persiapan logistik dan titik istirahat bagi relawan yang akan melanjutkan perjalanan.

Meski demikian, di tengah kesulitan itu, terdapat titik terang. Dari total 11 kecamatan di Gayo Lues yang sebelumnya terisolasi, kini dua jalur darat sudah kembali dapat dilalui. Jalur tersebut menghubungkan ke wilayah Aceh Tenggara melalui Putri Betung, dan kendaraan roda empat kini dapat melalui rute itu tanpa keharusan menggunakan kendaraan off-road. Pembukaan jalur ini diharapkan dapat mempercepat pengiriman bantuan dan menjadi awal dari pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Namun, kebutuhan mendesak masih membayangi masyarakat yang bertahan di lokasi terdampak. Listrik, bahan bakar, dan logistik masih menjadi persoalan utama. Pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah pusat terus mengalir untuk mempercepat pemulihan serta memastikan desa-desa di pedalaman tidak dibiarkan bertahan sendiri terlalu lama di tengah bencana. (*)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB