Jakarta – Langit di berbagai belahan dunia bakal dihiasi oleh fenomena alam langka, Gerhana Matahari Sebagian, yang terjadi hari ini, Minggu (21/9/2025). Peristiwa ini terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, namun tidak seluruhnya menutupi permukaan matahari. Alhasil, matahari akan tampak seperti tergigit secara perlahan.
Fenomena ini merupakan bagian dari musim gerhana, yang lazim terjadi setiap sekitar enam bulan sekali. Menurut para astronom, setiap musim gerhana biasanya berlangsung selama 35 hari, dan pada September 2025 ini, dunia disuguhkan dua peristiwa langit: Gerhana Bulan pada 7 September, dan Gerhana Matahari Sebagian hari ini sebagai penutup tahun.
Sayangnya, warga Indonesia tak bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung. Lokasi terdekat untuk mengamati gerhana hanyalah dari wilayah Australia, itupun sebagian besar hanya tampak sangat kecil, bahkan kurang dari 5%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengutip laman astronomi Space dan Time and Date, sebanyak 16,6 juta orang diperkirakan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian ini secara langsung dari berbagai wilayah. Sebanyak 409 ribu orang beruntung akan menyaksikan gerhana dengan cakupan setidaknya 70 persen.
Matahari “Tergigit” di Langit Pasifik dan Antartika
Fenomena gerhana kali ini lebih dominan terlihat di wilayah Samudera Pasifik, Selandia Baru, dan sebagian Antartika. Di beberapa lokasi seperti Macquarie Island, Australia, gerhana akan mencapai cakupan maksimum sebesar 78,46% selama kurang lebih 1 jam 23 menit.
Sementara di Christchurch, Selandia Baru, warga akan melihat hingga 69,15% cakupan selama 2 jam penuh. Di kawasan McMurdo Station, Antartika, gerhana akan berlangsung selama 2 jam 12 menit dengan cakupan sebatas 69,26%.
Berikut ini beberapa lokasi utama dan durasi penampakan Gerhana Matahari Sebagian:
- 🌞 Auckland, New Zealand: 60,79% (1 jam 54 menit)
- 🌞 Wellington, New Zealand: 66,25% (2 jam 4 menit)
- 🌞 Noumea, New Caledonia: 29,77% (42 menit)
- 🌞 Lautoka, Fiji: 26,47% (1 jam 17 menit)
- 🌞 Nuku’alofa, Tonga: 31,66% (1 jam 59 menit)
- 🌞 Rarotonga, Cook Islands: 22,69% (2 jam)
- 🌞 Macquarie Island, Australia: 78,46% (1 jam 23 menit)
- 🌞 McMurdo Station, Antartika: 69,26% (2 jam 12 menit)
Beberapa wilayah di Australia seperti Sydney dan Canberra juga berpeluang menyaksikan gerhana, tapi hanya sebatas 1% saja, bahkan di Canberra hanya selama satu menit dengan cakupan tidak sampai 0,1%.
Bisa Disaksikan Secara Daring
Meski tidak bisa diamati langsung di Indonesia, masyarakat tetap bisa menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) dari berbagai badan antariksa dan situs astronomi global.
Salah satunya tersedia melalui laman resmi Time and Date, yang kerap menyiarkan berbagai peristiwa langit secara daring.
👉 Live Streaming Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 – Time and Date
Kenapa Fenomena Ini Begitu Spesial?
Gerhana Matahari Sebagian bukan sekadar tontonan langit. Fenomena ini menjadi pengingat posisi dinamis benda-benda luar angkasa serta bagian dari siklus alam semesta yang menawarkan keindahan dan pelajaran kosmik.
Uniknya, setiap lokasi di bumi akan menyaksikan bentuk gerhana yang berbeda tergantung posisi pengamat terhadap garis bayangan bulan. Cakupan, durasi, dan bentuk “gigitan matahari” akan berubah-ubah dari satu titik ke titik lainnya.
Gerhana hari ini juga menjadi gerhana matahari terakhir di tahun 2025, sehingga menjadi momen penting bagi para pecinta astronomi di seluruh dunia.
Buat kamu yang ingin menyaksikan dan belajar soal fenomena ini, jangan lewatkan siarannya! Siapkan jaringan internet stabil, cari spot yang teduh, dan nikmati momen langka ini dari layar perangkatmu.
📌 Catatan penting: Jangan pernah melihat langsung ke matahari tanpa pelindung mata khusus yang sesuai standar keamanan!







































