Dalam bencana alam yang terjadi belum lama ini, puluhan kilometer badan jalan rusak berat. Beberapa titik jalur tertimbun lumpur dan batu besar dari gunung, sementara di sisi lain sebagian badan jalan amblas. Bahkan, ada beberapa ruas yang terpaksa dibuka jalur baru karena kerusakan terlalu parah dan tidak memungkinkan untuk perbaikan langsung. Kerusakan yang terjadi sempat menyebabkan lumpuh totalnya lalu lintas di jalur tersebut, yang dikenal sebagai salah satu urat nadi penghubung utama antarwilayah di Gayo Lues.

Menanggapi kondisi darurat ini, Dinas PUPR Gayo Lues langsung bergerak ke lapangan dengan menurunkan sejumlah alat berat. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan material banjir dan longsoran seperti bebatuan besar, tanah, dan lumpur yang menutupi badan jalan. Kegiatan peninjauan dan pengerjaan dilakukan langsung di bawah pimpinan Kepala Dinas PUPR, Khairudin, bersama dengan tim teknis dinas. Mereka memastikan bahwa setiap tahapan perbaikan berjalan dengan cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat.

Khairudin menjelaskan bahwa jalur Blangkejeren–Pining memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain menjadi sarana transportasi utama bagi warga yang beraktivitas, jalan ini juga menjadi akses vital bagi kebutuhan distribusi barang, pendidikan, dan kesehatan. Oleh karena itu, upaya pembukaan serta perbaikan jalur tidak bisa ditunda karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak.

Ia menyampaikan bahwa perbaikan membutuhkan waktu, terutama karena beberapa titik harus dibuka kembali jalurnya akibat tertimbun material longsor yang cukup tebal dan berat. Meskipun demikian, seluruh tim telah bekerja maksimal agar akses tersebut bisa segera digunakan kembali secara normal dengan jaminan keselamatan yang baik bagi para pengguna jalan.
Atas upaya ini, masyarakat Kecamatan Pining menyampaikan apresiasi atas kesigapan pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR. Salah satu warga Kampung Pepelah, Amin Jurung, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh petugas yang sudah bergerak cepat dalam merespon keluhan warga serta membuka kembali jalur penting yang selama ini menjadi tumpuan utama transportasi dan perekonomian.
Hingga hari Selasa, 16 Desember 2025, alat berat dan tim dari Dinas PUPR telah berhasil menjangkau titik pengungsian sementara warga di Kampung Pepelah, dan diperkirakan perbaikan akan berlanjut hingga ke pusat Kecamatan Pining. Diharapkan, dalam waktu dekat ini, akses jalan bisa kembali normal dan aman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (AMJ)