Tapaktuan – Masyarakat Desa Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, hidup dalam harmoni dengan alam dan satwa liar, termasuk harimau Sumatra. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah IX Aceh, melalui Irwandi SP, MP, menyampaikan bahwa masyarakat desa ini sangat bersahabat dan damai dengan alam dan satwa di sekitar kawasan hutan.
Dengan adanya edukasi tentang habitat harimau Sumatra, masyarakat Desa Panton Luas juga sangat menjaga kawasan hutan sebagai rumah satwa. Keuchik Gampong Panton Luas, ISMAIDY, mengatakan bahwa mereka telah membentuk organisasi RIMUENG AULIA, yang merupakan dampingan Wildlife Conservation Society (WCS) dan mitra KPH IX Aceh.
“Kami sangat mengapresiasi WCS sebagai mitra KPH IX Aceh. Ini merupakan bentuk nyata membina masyarakat menjadi Gampong Mandiri Konflik,” kata Kepala KPH wilayah IX Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa Panton Luas ini merupakan percontohan bagi daerah lain, di mana manusia hidup damai bersama harimau. Konsep hidup berdampingan secara harmonis (coexistence) ini dapat tercapai melalui kearifan lokal, penghormatan terhadap habitat, dan pengelolaan konflik yang baik.
Masyarakat Desa Panton Luas juga telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem, seperti menghentikan perburuan liar dan mengurangi penggunaan lahan hutan. Mereka juga telah mengembangkan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, seperti ekowisata dan pertanian organik.
“Kami berharap, Desa Panton Luas dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan alam dan satwa liar,” tutup Irwandi SP, MP.







































