GAYO LUES | Proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues kembali menunjukkan kemajuan berarti. Salah satunya melalui pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak yang belum menempati Hunian Sementara (Huntara). DTH tersebut telah disalurkan untuk periode tiga bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, dengan total penerima mencapai 403 Kepala Keluarga (KK).
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Kheirawan, M.M., selaku Person In Charge (PIC) penanganan di wilayah Gayo Lues. Serah terima secara simbolis diserahkan kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues, dr. Nevi Rizal, M.Kes., MH, di Balai Pendopo pada Jumat, 23 Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyambut penyerahan bantuan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam upaya penanganan setelah bencana melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
PIC BNPB dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa penerima DTH adalah warga yang memilih untuk mencari tempat tinggal secara mandiri karena satu dan lain hal, dan tidak menempati Huntara yang telah disediakan pemerintah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa baik penerima DTH maupun warga yang telah menempati Huntara tetap akan mendapatkan prioritas dalam program Hunian Tetap (Huntap). Informasi ini disampaikan agar masyarakat tidak khawatir mengenai hak bantuan yang sama dalam proses pemulihan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam upaya memastikan bantuan diterima secara menyeluruh dan tepat sasaran, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues akan turun langsung ke desa-desa. Petugas akan menyerahkan buku rekening dan kartu ATM secara langsung kepada para penerima manfaat. Pendekatan ini dianggap sebagai solusi praktis untuk mengurangi beban transportasi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil dengan akses yang terbatas. Kemudahan penyaluran juga diharapkan mempercepat pemanfaatan bantuan oleh warga untuk kebutuhan hunian dan pemulihan ekonomi rumah tangga.
Plt Sekda Gayo Lues dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kerja keras yang telah ditunjukkan oleh tim BNPB, baik di daerah maupun pusat. Ia menyebut bahwa BNPB selama ini menjadi penghubung utama dan penyampai kondisi nyata Kabupaten Gayo Lues ke tingkat pusat. Perhatian berkelanjutan dari BNPB dinilai tidak hanya mempercepat proses penanganan di lapangan, tetapi juga memberikan semangat bagi seluruh jajaran di daerah dalam mengelola pascamusibah secara menyeluruh.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan Huntara. Koordinasi intensif dengan pihak vendor terus dilakukan, termasuk pelaporan progres dan pengawasan pelaksanaan teknis agar pembangunan Huntara dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan. Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan solusi hunian yang layak hingga nanti terbangunnya Huntap secara permanen.
Dalam kunjungan kerja tersebut, salah satu Tim Ahli BNPB, Bambang Eko Pratolo, turut memberikan perhatian terhadap aspek mitigasi jangka panjang. Ia menyoroti pola tanam petani di Gayo Lues yang sebagian besar masih mengikuti kontur alami tanah. Pola tersebut dinilai rentan terhadap erosi dan bisa memicu bahaya longsor saat hujan lebat turun. Menurutnya, perubahan pendekatan pertanian mutlak diperlukan demi menekan risiko bencana lanjutan.
Ia merekomendasikan agar masyarakat mulai menerapkan sistem terasering dalam pengolahan lahan. Dengan metode ini, aliran air hujan dapat diperlambat dan dikendalikan sehingga mampu mencegah pengikisan tanah secara ekstrem. Terasering juga membuka peluang penerapan sistem pertanian berkelanjutan di daerah perbukitan seperti Gayo Lues.
Menanggapi masukan tersebut, Plt Sekda menyatakan bahwa Pemkab Gayo Lues akan mendiskusikan rekomendasi tersebut bersama pimpinan daerah dan perangkat teknis. Pembahasan lanjutan akan diarahkan untuk merumuskan langkah konkret agar aspek mitigasi bencana dapat berjalan paralel dengan upaya pemulihan.
Kehadiran langsung BNPB di daerah, penyaluran bantuan DTH, serta perhatian terhadap aspek kebencanaan jangka panjang, memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana di Gayo Lues tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga menyentuh dimensi preventif dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah berharap dukungan dan pendampingan dari pusat dapat terus berjalan hingga masyarakat benar-benar pulih, baik secara fisik, sosial, maupun ekonomi. (ABDIANSYAH)







































