Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Mandeknya penyaluran dana tanggap darurat Rp24 miliar di Kota Subulussalam memicu gelombang kritik keras. Kali ini, kecaman datang dari LSM API (Aliansi Peduli Indonesia Kita) Subulussalam yang menilai Pemerintah Kota Subulussalam lebih sibuk menjual narasi kemiskinan dan bencana, ketimbang menyalurkan bantuan secara nyata kepada warga.

Rekawan Prabowo Aceh yang juga Pimpinan LSM API Subulussalam, Adi Subandi, secara tegas meminta Wali Kota Subulussalam HRB untuk menghentikan cara-cara pencitraan yang dinilainya tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

“Jangan jual kemiskinan dan bencana alam. Faktanya, untuk menyalurkan dana darurat Rp24 miliar saja Pemko bingung mau disalurkan ke mana,” tegas Adi Subandi, Selasa (—).
Adi menegaskan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah berulang kali menyampaikan bahwa dana tanggap darurat bersifat langsung pakai, tanpa syarat tambahan, tanpa regulasi baru, dan tidak perlu menunggu pengesahan DPRK maupun APBK. Namun kebijakan tersebut dinilai tidak dipahami atau sengaja diabaikan oleh jajaran Pemko Subulussalam, khususnya sektor pengelolaan keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dananya sudah masuk sejak 2 Januari 2026, tapi sampai sekarang realisasinya nol atau minim, ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal ketidakmampuan mengelola keuangan darurat,” ujarnya.

LSM API juga menyoroti klaim kerugian banjir yang disebut mencapai Rp2,3 triliun, yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi faktual bencana di Kota Subulussalam.

“Banjir di Subulussalam itu peristiwa tahunan dengan pola yang hampir sama. Tapi dibesar-besarkan seolah bencana luar biasa. Ini berbahaya karena publik bisa menilai pemerintah sedang membangun narasi untuk kepentingan tertentu,” kata Adi.

Di tengah dana darurat yang mengendap, persoalan lain ikut mencuat, termasuk belum dibayarkannya gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa manajemen keuangan daerah sedang tidak sehat.

Atas situasi tersebut, LSM API mendesak agar Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Subulussalam segera dievaluasi dan diganti dengan pejabat yang lebih profesional, berintegritas, serta memahami prinsip pengelolaan keuangan publik, khususnya dalam kondisi darurat.

“Pejabat keuangan itu tugasnya melindungi hak publik dan menjaga keuangan daerah, bukan membuat dana darurat menjadi bola panas yang tak jelas ujungnya,” tegas Adi Subandi.
Selain itu, LSM API juga meminta inspektorat dan lembaga pengawasan eksternal untuk turun tangan mengaudit pengelolaan dana tanggap darurat Rp24 miliar tersebut, guna memastikan tidak ada penyimpangan atau kepentingan tersembunyi di balik lambannya realisasi.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Subulussalam dan Badan Keuangan Daerah belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dana tanggap darurat tersebut belum disalurkan kepada warga terdampak bencana.//sumber Mitrapolda. Com. #infosadakata.dan medya online lainnya. (SP)

Berita Terkait

IDI dan Relawan Medis Bersama PDGI Gelar Bakti Sosial Pulihkan Kesehatan Warga Pining Pascabencana
Bea Cukai Langsa Gagalkan Penyelundupan Ratusan Satwa Liar Dilindungi yang Diduga Akan Diekspor ke Thailand
Desa Panton Luas Kec.Tapaktuan: Masyarakat Hidup Damai dan Bersahabat Dengan Alam dan Satwa Harimau
9 Bulan Mirwan MS Aktif Memimpin, Aceh Selatan Kebanjiran Rekomendasi Izin Usaha Pertambangan
Bupati Aceh Timur Sambut Hangat Relawan Petani Muda Millenial Sesudah Melaksanakan Penyaluran Donasi Terdampak Bencana Aceh
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining
Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian
Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:11 WIB

Polres Aceh Timur Tegaskan Tangani Kasus Sesuai SOP

Senin, 26 Januari 2026 - 13:39 WIB

Medco E&P Malaka Kerahkan Puluhan Alat Berat, Pulihkan Akses Mobilitas 31 Desa Pascabanjir di Aceh Timur

Senin, 19 Januari 2026 - 00:39 WIB

Dugaan Penggelapan Mobil di Aceh Timur, Nama Adira Finance Dicatut Debt Collector Ilegal

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:11 WIB

Akses Aceh Timur–Gayo Lues via Peureulak–Lokop Mulai Pulih, Harapan Warga Kembali Terbuka

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

PUPR Aceh Kejar Penyelesaian Jalan Peureulak–Lokop–Gayo Lues

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:09 WIB

Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

Senin, 5 Januari 2026 - 23:09 WIB

Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis / Niaga Indonesia (IMABI )Salurkan Bantuan Donasi bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Senin, 5 Januari 2026 - 13:38 WIB

Bea Cukai Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Peureulak Aceh Timur

Berita Terbaru

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara  jln  A Yani Kutacane.

ACEH TENGGARA

Oknum Kadinkes Agara Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup.

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:26 WIB