HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Desa Panton Luas Kec.Tapaktuan: Masyarakat Hidup Damai dan Bersahabat Dengan Alam dan Satwa Harimau

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:12 WIB

50321 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan – Masyarakat Desa Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, hidup dalam harmoni dengan alam dan satwa liar, termasuk harimau Sumatra. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah IX Aceh, melalui Irwandi SP, MP, menyampaikan bahwa masyarakat desa ini sangat bersahabat dan damai dengan alam dan satwa di sekitar kawasan hutan.

Dengan adanya edukasi tentang habitat harimau Sumatra, masyarakat Desa Panton Luas juga sangat menjaga kawasan hutan sebagai rumah satwa. Keuchik Gampong Panton Luas, ISMAIDY, mengatakan bahwa mereka telah membentuk organisasi RIMUENG AULIA, yang merupakan dampingan Wildlife Conservation Society (WCS) dan mitra KPH IX Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi WCS sebagai mitra KPH IX Aceh. Ini merupakan bentuk nyata membina masyarakat menjadi Gampong Mandiri Konflik,” kata Kepala KPH wilayah IX Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Panton Luas ini merupakan percontohan bagi daerah lain, di mana manusia hidup damai bersama harimau. Konsep hidup berdampingan secara harmonis (coexistence) ini dapat tercapai melalui kearifan lokal, penghormatan terhadap habitat, dan pengelolaan konflik yang baik.

Masyarakat Desa Panton Luas juga telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem, seperti menghentikan perburuan liar dan mengurangi penggunaan lahan hutan. Mereka juga telah mengembangkan ekonomi lokal yang ramah lingkungan, seperti ekowisata dan pertanian organik.

“Kami berharap, Desa Panton Luas dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan alam dan satwa liar,” tutup Irwandi SP, MP.

Berita Terkait

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II
PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa
Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu
BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
PW Huda Gayo Lues Provinsi Aceh Lakukan Muswil Ke-ll dan Pemilihan Ketua  Priode 2026-2031
PWI Nagan Raya Minta Bupati Tegaskan OPD Terbuka Berkomunikasi dengan Media

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru