GAYO LUES | Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si meninjau langsung sejumlah infrastruktur penting yang mengalami kerusakan akibat bencana alam di wilayahnya. Kunjungan lapangan ini difokuskan pada dua titik utama, yakni sistem irigasi di Kampung Pinang Rugup dan Kampung Cane Toa di Kecamatan Rikit Gaib, serta ruas jalan strategis Pantan Cuaca–Ise-Ise yang menjadi penghubung vital antara Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).
Di lokasi irigasi, Bupati bersama sejumlah pejabat teknis dan instansi terkait menyaksikan langsung kondisi bangunan irigasi yang tertutup oleh tumpukan besar material banjir. Kayu, lumpur, dan batu menutup sebagian besar saluran air hingga mengganggu aliran ke lahan pertanian sekitar. Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya arus banjir yang melanda kawasan tersebut, meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur pertanian warga.
Irigasi yang rusak tidak hanya menghambat distribusi air ke areal persawahan dan perkebunan warga, tetapi juga mengancam kelangsungan hasil tani dan tanaman semusim yang tengah tumbuh. Karena itu, perbaikan irigasi menjadi salah satu prioritas untuk memastikan sektor pertanian tidak mengalami kerugian lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke ruas Jalan Pantan Cuaca–Ise-Ise. Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi sekaligus jalur penghubung utama yang dilalui masyarakat dalam aktivitas perdagangan dan mobilitas harian. Kerusakan jalan—akibat longsor, genangan, serta amblesnya struktur bahu jalan—berpotensi besar menghambat akses logistik dan memperlambat arus distribusi barang serta layanan antarwilayah.
Menurut Bupati, kerusakan pada dua infrastruktur ini harus segera mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Ia menegaskan bahwa konektivitas dan pertanian merupakan dua sektor penting bagi keberlanjutan hidup masyarakat Gayo Lues, khususnya di wilayah terpencil yang sangat bergantung pada akses jalan dan pengairan.
Peninjauan ini dinilai penting sebagai bagian dari proses evaluasi awal pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah perbaikan. Bupati berharap kunjungan ini dapat menjadi dasar penetapan skala prioritas penanganan, mulai dari tahap pembersihan material banjir, pembangunan akses darurat, hingga rencana rekonstruksi permanen.
Selain itu, tinjauan langsung ini memungkinkan pemerintah untuk menimbang kebutuhan teknis dan dukungan anggaran dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian PUPR, agar proses penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus memetakan dampak kerusakan di berbagai wilayah dan berkoordinasi lintas sektor guna merespons situasi pascabencana dengan cepat dan terstruktur. Dengan adanya komitmen untuk turun langsung ke lapangan, diharapkan solusi yang diambil benar-benar mengacu pada kondisi riil masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan daerah. (ABDIANSYAH)






































