GAYO LUES, 24 Desember 2025 — Setelah menempuh perjalanan darat sejauh puluhan kilometer selama tiga hari, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si akhirnya tiba di Kecamatan Pining, salah satu wilayah terdampak bencana banjir dan longsor terparah di Kabupaten Gayo Lues. Dalam pernyataannya yang disampaikan Senin malam, 23 Desember 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, Suhaidi menyampaikan rasa haru dan syukur karena bisa menjangkau desa yang selama hampir satu bulan terakhir terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur.
“Kami baru saja tiba di Kecamatan Pining… perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih tiga hari. Kami memantau langsung proses pembukaan jalan menuju Pining yang selama ini sudah kami suarakan,” ujar Suhaidi dalam pernyataan yang kemudian tersebar di berbagai media sosial dan kanal resmi pemerintah daerah.
Bupati menegaskan, akses ke Pining masih sangat terbatas dan hanya bisa ditembus kendaraan bergardan ganda atau mobil off-road, bahkan beberapa kendaraan harus ditarik untuk bisa sampai ke lokasi. Kondisi ini menunjukkan betapa jalur transportasi utama antara Blangkejeren dan wilayah pedalaman seperti Pining mengalami kerusakan berat pascabanjir bandang akhir November lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi jalannya sangat darurat. Banyak badan jalan yang ambles dan harus dibuat jalur baru,” jelasnya. Suhaidi juga mengatakan, ia berharap pemerintah Provinsi Aceh segera mengambil langkah percepatan perbaikan permanen sebab status jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.
Suasana emosional sempat terasa kuat ketika masyarakat Pining menyambut kedatangan bupati dan rombongan dengan tangis haru. “Sudah sebulan lebih mobil tidak pernah masuk lagi ke Kecamatan Pining. Alhamdulillah, berkat kerja sama, kita bisa tiba di sini,” tutur Suhaidi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa logistik pangan, sandang, dan kebutuhan dasar lainnya memang perlahan dapat ditangani berkat sinergi semua pihak. Namun, tantangan terbesar berikutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi dampak kerusakan yang terjadi luas di berbagai kecamatan.
“Yang berat bagi kami hari ini adalah merehabilitasi dan merekonstruksi kerusakan akibat banjir bandang, tidak hanya di Pining, tetapi hampir di seluruh wilayah Gayo Lues. Untuk itu kami mohon dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan agendanya keesokan hari untuk meninjau beberapa desa lainnya seperti Pasir Putih, Lesten, dan Ekan. Ia menyatakan bahwa tim juga berencana menerobos kawasan Tripa Jaya yang masih mengalami keterisolasian serupa.
Dengan menginap semalam di Pining, Suhaidi menegaskan niat pemerintah untuk menjaga komunikasi langsung dengan masyarakat yang selama ini kehilangan akses informasi dan bantuan. “Malam ini kami akan bermalam di sini, bersilaturahmi dengan masyarakat yang sudah satu bulan berada dalam kesendirian,” pungkasnya.
Perjalanan bupati ini tak hanya menjadi penanda pemulihan fisik melalui bantuan dan akses, tetapi juga penyejuk emosional bagi warga yang merasa tak ditinggalkan di tengah krisis. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dalam menghadapi masa pemulihan bencana, dan berharap setiap langkah dilandasi oleh semangat soliditas, gotong royong, dan kepedulian lintas sektor. ***







































