Bupati Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Rantai Ekosistem Budidaya Kopi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 01:14 WIB

50466 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem budidaya kopi yang berkelanjutan sebagai fondasi baru penguatan ekonomi daerah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Gayo Lues dalam rapat koordinasi bersama para camat dan kepala pengulu yang digelar pada Selasa, 4 November 2025.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya setiap aparatur pemerintah di semua tingkatan – mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten – untuk bekerja nyata dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di sektor ekonomi, khususnya dalam budidaya kopi. Mengutip pepatah “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama,” Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menorehkan warisan yang bermakna bagi generasi mendatang.

Untuk membangun ekosistem kopi yang terpadu, Bupati menyoroti kebutuhan akan pendataan lahan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa desa-desa yang tidak masuk dalam basis data lahan yang valid dan terverifikasi tidak akan menerima program bantuan pengelolaan selama tiga tahun ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas agar semua elemen bergerak aktif dalam pencatatan serta optimalisasi lahan-lahan milik masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk keteladanan, Bupati mewajibkan setiap kepala desa (pengulu) untuk mengelola minimal satu hektare lahan produktif, dan setiap camat diminta mengelola dua hektare. Pemerintah kabupaten melalui dinas-dinas terkait akan memastikan dukungan penuh dalam bentuk penyediaan bibit unggul dan pupuk untuk mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Kita harus mulai dari diri kita sendiri. Kalau pemimpinnya bergerak, masyarakat pasti ikut bergerak. Jangan hanya mengajak dengan kata-kata, tapi beri contoh. Tunjukkan bahwa program budidaya kopi ini bukan retorika, tapi peluang ekonomi nyata,” ujar Bupati di hadapan peserta rapat.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, SE., M.Ap, turut menegaskan dukungan pemerintah daerah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan. Menurutnya, hampir seluruh wilayah kabupaten Gayo Lues memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, baik dari sisi iklim, kontur tanah, maupun tradisi masyarakatnya.

“Komoditas lain tetap kita perhatikan, tapi fokus kita saat ini adalah kopi. Karena potensi alam Gayo Lues memang sangat cocok untuk itu. Ini bisa kita jadikan sebagai kekuatan ekonomi baru,” ungkapnya.

Ia juga mendorong jajaran aparatur, mulai dari perangkat desa, camat, hingga ASN untuk menjadi contoh nyata dalam budidaya kopi. Langkah ini bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tapi juga guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan, dengan mengandalkan hasil bumi yang khas dan unggulan.

Dalam sesi diskusi yang terbuka, sejumlah pengulu menyampaikan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat di desa mereka, khususnya terkait kendala penguasaan lahan di kawasan hutan lindung serta status legalitas kepemilikan atas tanah yang masih belum bersertifikat.

Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan instansi vertikal dan kementerian terkait guna mencari jalan keluar yang adil dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat. Ia berkomitmen untuk mengedepankan prinsip keadilan agraria agar seluruh warga memiliki akses terhadap lahan produktif tanpa melanggar regulasi lingkungan.

Langkah-langkah ini, menurut pemerintah daerah, akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat eksistensi Gayo Lues sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatra maupun tingkat nasional. Pemerintah berharap, melalui pendekatan kolaboratif dan keteladanan pemimpin, budaya tani masyarakat dapat dibenahi dan difokuskan pada satu tujuan bersama: kemandirian dan kemajuan ekonomi berbasis potensi lokal. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026
Kapolres Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Hari Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru