Bupati Gayo Lues Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 8 Januari 2026

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:05 WIB

50269 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Bupati Gayo Lues, Suhaidi, kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana di wilayahnya hingga 8 Januari 2026 mendatang. Kebijakan itu dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati Gayo Lues Nomor: 100.3.3.2/798/2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025 lalu. Perpanjangan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini yang memperlihatkan masih banyaknya daerah terdampak bencana serta potensi risiko yang terus mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam isi keputusan tersebut dijelaskan bahwa sejumlah wilayah di Gayo Lues masih mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda sejak pertengahan Desember. Dampak bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik, termasuk jalan, jembatan, rumah warga, dan fasilitas umum lainnya. Sejumlah laporan dari lapangan menyebutkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya berjalan maksimal akibat akses yang sulit dijangkau dan masih tingginya potensi bencana susulan.

Berdasarkan evaluasi dan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, status tanggap darurat dinilai masih sangat relevan diterapkan untuk mempercepat proses penanganan dan koordinasi lintas sektor. Melalui perpanjangan status ini, pemerintah daerah berharap dapat mempermudah distribusi bantuan logistik, pengerahan personel, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi lapangan per 1 Januari 2026 menunjukkan bahwa bencana belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Debit air yang mengalir di sepanjang sungai Aih Bobo dan sungai Aih Badak kembali meningkat dan menyebabkan luapan air sungai hingga membelah Desa Badak, mengulangi kondisi serupa seperti saat awal bencana terjadi. Genangan air tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan dan memperparah kerusakan lahan pemukiman serta pertanian.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah perbatasan arah selatan, tepatnya pada jalur penghubung menuju Kabupaten Aceh Tenggara. Jalan utama yang sebelumnya telah diperbaiki usai terdampak bencana dilaporkan kembali terputus akibat banjir dan pergerakan tanah. Ketergantungan warga terhadap jalur tersebut membuat terputusnya akses menjadi persoalan serius yang menghambat distribusi logistik dan mobilitas harian masyarakat.

Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa masa tanggap darurat ini bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan evaluasi lanjutan terhadap perkembangan keadaan di lapangan. Meski seluruh elemen telah dikerahkan, cuaca ekstrem dan kondisi geografis wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan bencana. Nantinya, segala kebijakan akan tetap mengacu pada asas keselamatan masyarakat serta efektivitas penanganan bencana secara menyeluruh.

Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan lokal terus bekerja untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk bantuan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat pengungsian. Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap waspada serta mengikuti arahan resmi dari petugas, mengingat intensitas curah hujan di wilayah pegunungan tengah Aceh diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi yang masih dinamis, pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan terus mengevaluasi perkembangan bencana secara berkala. Perhatian besar diberikan pada percepatan pemulihan kawasan terdampak serta mencegah potensi bencana susulan yang dapat berdampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (*)

 

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru