Bupati Gayo Lues Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 8 Januari 2026

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:05 WIB

50232 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Bupati Gayo Lues, Suhaidi, kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana di wilayahnya hingga 8 Januari 2026 mendatang. Kebijakan itu dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati Gayo Lues Nomor: 100.3.3.2/798/2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025 lalu. Perpanjangan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini yang memperlihatkan masih banyaknya daerah terdampak bencana serta potensi risiko yang terus mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam isi keputusan tersebut dijelaskan bahwa sejumlah wilayah di Gayo Lues masih mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda sejak pertengahan Desember. Dampak bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik, termasuk jalan, jembatan, rumah warga, dan fasilitas umum lainnya. Sejumlah laporan dari lapangan menyebutkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya berjalan maksimal akibat akses yang sulit dijangkau dan masih tingginya potensi bencana susulan.

Berdasarkan evaluasi dan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, status tanggap darurat dinilai masih sangat relevan diterapkan untuk mempercepat proses penanganan dan koordinasi lintas sektor. Melalui perpanjangan status ini, pemerintah daerah berharap dapat mempermudah distribusi bantuan logistik, pengerahan personel, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi lapangan per 1 Januari 2026 menunjukkan bahwa bencana belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Debit air yang mengalir di sepanjang sungai Aih Bobo dan sungai Aih Badak kembali meningkat dan menyebabkan luapan air sungai hingga membelah Desa Badak, mengulangi kondisi serupa seperti saat awal bencana terjadi. Genangan air tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan dan memperparah kerusakan lahan pemukiman serta pertanian.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah perbatasan arah selatan, tepatnya pada jalur penghubung menuju Kabupaten Aceh Tenggara. Jalan utama yang sebelumnya telah diperbaiki usai terdampak bencana dilaporkan kembali terputus akibat banjir dan pergerakan tanah. Ketergantungan warga terhadap jalur tersebut membuat terputusnya akses menjadi persoalan serius yang menghambat distribusi logistik dan mobilitas harian masyarakat.

Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa masa tanggap darurat ini bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan evaluasi lanjutan terhadap perkembangan keadaan di lapangan. Meski seluruh elemen telah dikerahkan, cuaca ekstrem dan kondisi geografis wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan bencana. Nantinya, segala kebijakan akan tetap mengacu pada asas keselamatan masyarakat serta efektivitas penanganan bencana secara menyeluruh.

Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan lokal terus bekerja untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk bantuan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat pengungsian. Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap waspada serta mengikuti arahan resmi dari petugas, mengingat intensitas curah hujan di wilayah pegunungan tengah Aceh diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi yang masih dinamis, pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan terus mengevaluasi perkembangan bencana secara berkala. Perhatian besar diberikan pada percepatan pemulihan kawasan terdampak serta mencegah potensi bencana susulan yang dapat berdampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (*)

 

Berita Terkait

Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor
Polres Gayo Lues Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kec. Dabun Gelang
Peringatan Isra’ Mi’raj di Tenda Pengungsian BLK Desa Lempuh, Wujud Penguatan Iman dan Semangat Pascabencana di Gayo Lues
Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi
Akses ke Kecamatan Pining Masih Terputus, Distribusi Bantuan Gayo Lues Terkendala
Bandara Blangkejeren Jadi Andalan Gayo Lues Jaga Konektivitas Saat Darurat
Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB