GAYO LUES — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyatakan persetujuan dan dukungannya terhadap gagasan yang disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Gayo Lues mengenai pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut terbukti tidak hanya bermanfaat dalam pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu hamil serta ketahanan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput.
Suhaidi melihat MBG sebagai terobosan yang mampu menjawab kebutuhan gizi keluarga sekaligus memiliki potensi untuk memperkuat perekonomian lokal. Ia menekankan bahwa keberlangsungan program ini harus disertai dengan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar sebagai program bantuan konsumtif. “Makan Bergizi Gratis ini sangat membantu pemenuhan gizi, bukan hanya untuk anak-anak di sekolah, tapi juga menjadi perhatian bagi ibu hamil dan keluarga prasejahtera,” kata Suhaidi, Jumat (25/10/2025).
Untuk memperkuat aspek kemandirian, Bupati mendorong agar setiap keluarga mulai memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal, antara lain untuk menanam sayur mayur, bumbu dapur, maupun melakukan beternak unggas dalam skala kecil. Budidaya sederhana tersebut diyakini dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga. “Kita ingin keluarga tidak bergantung sepenuhnya pada pasar. Dari pekarangan rumah, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan harian, dan tentu ini sangat mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaan teknis program MBG, Suhaidi juga memberi penekanan khusus pada prinsip pemberdayaan ekonomi lokal. Ia meminta agar setiap pengelola dapur program MBG membeli bahan pangan langsung dari warga sekitar dan pasar terdekat. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar manfaat ekonomi dari program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lingkungan pelaksanaan. “Bahan dapur MBG harus dibeli dari warga di lingkungan tersebut, supaya masyarakat juga ikut berdaya. Kalau bahan tidak tersedia, barulah beralih ke pajak Blang Kejeren. Dengan begitu, perputaran ekonomi lebih terasa di tingkat lokal,” ungkapnya.
Ia meyakini bahwa jika program MBG dijalankan secara konsisten dengan prinsip pemberdayaan dan gotong royong, manfaat yang lahir tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi semata, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi warga. Menurutnya, MBG memiliki potensi untuk menjadi instrumen kebijakan kesejahteraan yang mempertemukan kepentingan sosial dan ekonomi dalam satu gerakan bersama.
“Kalau hal ini bisa kita jaga dan laksanakan dengan baik, bukan hanya gizi anak yang terpenuhi, tapi ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Dari dapur sekolah, manfaatnya bisa sampai ke pembudidaya cabai, peternak ayam, hingga pedagang bumbu dapur di kampung,” pungkas Suhaidi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Di Gayo Lues, program tersebut telah menjadi perhatian khusus dari TP-PKK yang aktif melakukan sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan gaya hidup sehat di kalangan keluarga serta komunitas sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi perempuan seperti PKK menjadi kunci keberhasilan program yang menyasar langsung kehidupan dasar masyarakat ini.
Dukungan dari kepala daerah seperti disampaikan Bupati Suhaidi mempertegas arah pembangunan Gayo Lues yang berorientasi pada partisipasi masyarakat, keberlanjutan program, serta penguatan ekonomi lokal berbasis keluarga.







































