Bupati Gayo Lues Dorong Perpanjangan Runway Bandara Belangkejeren sebagai Akses Vital Saat Bencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 03:26 WIB

50533 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyampaikan pentingnya pembangunan dan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Belangkejeren sebagai langkah strategis dalam memperkuat aksesibilitas wilayah, terutama dalam menghadapi bencana alam berskala besar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada 9 Januari 2026, menanggapi peran vital bandara dalam penanganan darurat bencana yang melanda Kabupaten Gayo Lues sejak akhir tahun lalu.

Menurut Bupati, saat bencana terjadi dan seluruh jalur darat menuju Gayo Lues terputus total, keberadaan Bandara Belangkejeren menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan distribusi logistik, evakuasi darurat, serta pergerakan pejabat pemerintah. Panjang landasan pacu bandara yang hanya 810 meter dinilai masih sangat terbatas karena hanya mampu dilandasi pesawat kecil dan helikopter.

“Ketika terjadi bencana yang masif seperti ini dan jalur darat semuanya terputus, ternyata fungsi bandara itu sangat luar biasa. Syukur Alhamdulillah, kita masih punya Bandara Belangkejeren meskipun runway-nya masih pendek sekali,” ujar Suhaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa selama masa darurat, gelombang bantuan logistik dari pemerintah pusat, provinsi, dan lembaga lainnya dapat masuk ke wilayah Gayo Lues berkat operasional Bandara Belangkejeren. Bantuan yang dikirim melalui jalur udara mencakup logistik kesehatan, makanan, peralatan penyelamatan, hingga personel dan tim medis.

Dalam kondisi tersebut, Gayo Lues sepenuhnya mengandalkan jalur udara karena empat jalur darat utama yang terhubung ke kabupaten lain berada dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa dilalui. Salah satu titik paling kritis dilaporkan berada pada ruas jalan dari Aceh Tenggara menuju Gayo Lues, di mana sepanjang 1,2 kilometer badan jalan amblas, menjadikan perbaikan teknis sangat diperlukan dan harus ditangani dalam waktu yang tidak singkat mengingat kontur wilayah yang tergolong ekstrem.

“Empat jalur darat ke Gayo Lues semuanya rusak berat. Jalan dari Aceh Tenggara misalnya, ada sekitar 1,2 kilometer badan jalan yang hilang. Tak bisa diakses. Dalam masa seperti itu, satu-satunya akses hanyalah melalui udara,” tegasnya.

Atas dasar pengalaman darurat tersebut, Bupati menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan memberikan perhatian khusus terhadap Bandara Belangkejeren. Ia mendorong agar runway bandara yang ada diperpanjang, sehingga ke depan bisa didarati oleh pesawat bermuatan besar seperti Hercules, ATR, bahkan Boeing. Kapasitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk memastikan fleksibilitas dan efisiensi logistik, terutama dalam kondisi darurat yang menuntut respons cepat dalam skala besar.

“Kalau runway ini diperpanjang, tentunya pesawat besar seperti Hercules, ATR, bahkan Boeing bisa mendarat langsung di Gayo Lues. Ini sangat penting untuk masa depan manajemen bencana dan pembangunan daerah,” katanya.

Bupati Suhaidi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta Kepala Bandara Belangkejeren atas pelayanan dan kerja keras selama masa tanggap darurat. Menurutnya, tanpa keberadaan bandara tersebut, Gayo Lues akan benar-benar terisolasi, dan bantuan pemerintah serta distribusi logistik akan terhambat secara signifikan.

“Karena bandara inilah Gayo Lues tetap bisa dikunjungi pejabat dari pusat, dan logistik bisa masuk. Ini sangat membantu di masa sulit kemarin,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pembangunan fasilitas strategis seperti bandara tidak semata-mata dilihat dari aspek komersial atau jumlah penumpang harian, tetapi lebih kepada posisinya sebagai titik penting dalam sistem ketahanan daerah, terutama daerah-daerah yang tergolong rawan bencana dan sulit dijangkau melalui jalur darat reguler.

Dengan kehadiran bandara yang memadai dan runway yang cukup panjang, Gayo Lues diharapkan akan lebih siap menghadapi tantangan ke depan, baik dari sisi bencana, pembangunan ekonomi, maupun pelayanan publik lintas wilayah. Peningkatan fasilitas transportasi udara seperti Bandara Belangkejeren dinilai akan membuka peluang konektivitas baru yang berdampak langsung pada akses kesehatan, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan respons kemanusiaan lebih cepat di masa-masa mendatang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru