Bunda PAUD Gayo Lues Tinjau PAUD dan TK di Kecamatan Terangun, Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:59 WIB

50664 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN — Upaya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk menyukseskan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun terus bergulir hingga ke tingkat kecamatan. Bunda PAUD Kabupaten Gayo Lues, Rita Elviani, menghadiri kegiatan sosialisasi sekaligus meninjau langsung sejumlah PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Terangun pada Senin (13/10/2025), sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini.

Kegiatan sosialisasi yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues itu tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan pra-sekolah dalam rangka pelaksanaan wajib belajar sejak usia dini, tetapi juga membahas rencana pembangunan TK Negeri di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Terangun, mengikuti lonjakan jumlah peserta didik di wilayah tersebut.

Dalam kunjungannya, Bunda PAUD menyatakan apresiasinya terhadap kondisi sejumlah lembaga PAUD dan TK yang telah menunjukkan fasilitas relatif memadai. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, kami melihat langsung kondisi beberapa PAUD dan TK di Kecamatan Terangun. Secara umum fasilitasnya sudah cukup baik, namun ada beberapa catatan dan masukan dari para guru yang akan menjadi perhatian kita ke depan,” ujar Rita Elviani saat diwawancarai seusai kegiatan.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk tidak lagi ragu dalam memasukkan anak-anak mereka ke pendidikan PAUD sebelum melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar. Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan tahap penting dalam membentuk kesiapan anak baik dari sisi mental, sosial, maupun kemampuan dasar belajar.

“Harapan saya ke depan, dengan anak-anak masuk PAUD, mereka sudah terbiasa bersekolah saat masuk SD. Dari PAUD, mereka mulai mengenal dunia pendidikan dan lebih cepat berinteraksi dengan teman-teman sebaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Gayo Lues, Dra. Juraida, MM, yang turut menjadi panitia kegiatan sosialisasi, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan pra-sekolah di Desa Makmur Jaya menjadi latar belakang utama munculnya usulan pendirian TK Negeri di wilayah tersebut.

Ia menyebut, aspirasi dari masyarakat telah disampaikan melalui kepala desa dan camat ke Bunda PAUD, dan kini tengah dalam proses tindak lanjut. Salah satu langkah penting yang dibutuhkan dalam mewujudkan status negeri bagi TK tersebut adalah penyediaan lahan atas nama pemerintah daerah.

“Mengingat untuk menegerikan TK, kita harus memenuhi sejumlah mekanisme, salah satunya adalah ketersediaan lahan milik Pemda atau hibah dari masyarakat. Tadi telah disampaikan secara langsung di hadapan Bunda PAUD bahwa salah satu anggota DPRK Gayo Lues menyatakan kesediaannya menghibahkan tanahnya. Ini menjadi kabar baik,” ujar Juraida.

Dengan dukungan tersebut, pihaknya berharap proses pendirian TK Negeri dapat dimulai pada tahun 2026, dan diharapkan resmi beroperasi sebagai TK Negeri pada tahun 2027. Proses ini sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan yang mendorong pendidikan pra-sekolah menjadi bagian dari program wajib belajar 13 tahun di seluruh Indonesia.

“Kami berharap, pendirian TK Negeri ini nantinya tidak hanya berhenti di Desa Makmur Jaya, tetapi juga bisa diikuti desa-desa lain di seluruh Kabupaten Gayo Lues. Untuk itu, tentu kami sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta Bunda PAUD,” imbuhnya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan pelaksanaan pendidikan anak usia dini sebagai tahapan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia sejak usia awal. Dengan terus meningkatkan layanan PAUD dan TK, serta mendorong pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan dasar, Gayo Lues menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

“Program wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Gayo Lues merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas anak-anak kita. Inilah saatnya kita mengambil peran untuk meletakkan dasar pendidikan yang kuat dari usia dini,” pungkas Bunda PAUD Rita Elviani. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026
Kapolres Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Hari Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru