Bukan Ngoten, Ini Aksi Nyata: Warga Kampung Rigep Gotong Royong Bersihkan Tempat Ibadah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:05 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Semangat kebersamaan kembali menguat di Kampung Rigep, Gayo Lues, setelah banjir bandang menerjang wilayah itu beberapa waktu lalu. Pada 3 Januari 2026 lalu, masyarakat bergerak bersama membersihkan salah satu tempat ibadah yang sempat terendam banjir. Di tengah lumpur yang masih menggenang dan sisa-sisa sampah yang terbawa arus, warga tidak tinggal diam. Mereka berkumpul, menyingsingkan lengan baju, saling membantu dalam kegiatan gotong royong membersihkan masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga sehari-hari.

Aksi ini bukan sekadar kegiatan pembersihan fisik, melainkan juga upaya menata kembali harapan yang sempat terguncang akibat bencana. Dengan peralatan seadanya, warga bahu membahu menyapu lumpur, mengangkat puing, dan menata ulang interior tempat ibadah agar kembali layak digunakan. Semangat gotong royong ini dirasakan bukan hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap rumah ibadah yang menjadi simbol kekuatan spiritual masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran warga dari berbagai kelompok usia termasuk perangkat desa, imbauan dan dorongan moral dari berbagai tokoh masyarakat pun kian memperkuat makna gotong royong sebagai laku nyata dalam menghadapi musibah. Dalam suasana akrab penuh kebersamaan, nilai-nilai tradisional seperti saling membantu, kerja sama, serta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan fasilitas umum kembali ditegakkan di tengah masyarakat Kampung Rigep.

Bencana yang terjadi telah menyisakan luka, namun bagi warga Kampung Rigep, musibah juga menghadirkan hikmah. Semangat solidaritas dan rasa memiliki terhadap kampung sendiri bangkit dari kubangan lumpur yang menggenangi. Mereka ingin memastikan bahwa fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah dan kebersamaan bisa segera pulih, agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan tenang, aman dan khusyuk.

Ilyas Efendi, S.Pd, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman akan memberikan dampak besar terhadap semangat kerja dan produktivitas, khususnya bagi aparatur sipil negara yang memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Kebersihan tempat umum menurutnya bukan hanya cerminan fisik semata, melainkan juga mencerminkan kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa kualitas lingkungan kerja yang baik akan melahirkan kinerja yang lebih optimal.

Menurutnya, gotong royong tidak boleh berhenti sebagai kegiatan insidental atau seremonial belaka. Ia mendorong agar seluruh perangkat desa menjadikan kegiatan pembersihan dan pembenahan lingkungan sebagai rutinitas serta bagian dari budaya kerja. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan semata, namun juga untuk membangun kembali keterikatan antarwarga dan mempererat kebersamaan lintas perangkat desa.

Kegiatan gotong royong di Kampung Rigep menjadi cermin bahwa semangat kebangsaan tak boleh hanyut bersama derasnya bencana. Di tengah keterbatasan, sikap saling peduli dan empati menjadi pendorong utama masyarakat untuk bangkit dan pulih bersama. Bahwa menjaga tempat ibadah bukan hanya tentang menjalankan kewajiban agama, tetapi juga bentuk keteguhan moral dan kultural sebuah masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur, bahkan di tengah musibah sekalipun. (AMJ)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru