slot preparation.lsrs.lu

Bukan Ngoten, Ini Aksi Nyata: Warga Kampung Rigep Gotong Royong Bersihkan Tempat Ibadah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:05 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Semangat kebersamaan kembali menguat di Kampung Rigep, Gayo Lues, setelah banjir bandang menerjang wilayah itu beberapa waktu lalu. Pada 3 Januari 2026 lalu, masyarakat bergerak bersama membersihkan salah satu tempat ibadah yang sempat terendam banjir. Di tengah lumpur yang masih menggenang dan sisa-sisa sampah yang terbawa arus, warga tidak tinggal diam. Mereka berkumpul, menyingsingkan lengan baju, saling membantu dalam kegiatan gotong royong membersihkan masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga sehari-hari.

Aksi ini bukan sekadar kegiatan pembersihan fisik, melainkan juga upaya menata kembali harapan yang sempat terguncang akibat bencana. Dengan peralatan seadanya, warga bahu membahu menyapu lumpur, mengangkat puing, dan menata ulang interior tempat ibadah agar kembali layak digunakan. Semangat gotong royong ini dirasakan bukan hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap rumah ibadah yang menjadi simbol kekuatan spiritual masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran warga dari berbagai kelompok usia termasuk perangkat desa, imbauan dan dorongan moral dari berbagai tokoh masyarakat pun kian memperkuat makna gotong royong sebagai laku nyata dalam menghadapi musibah. Dalam suasana akrab penuh kebersamaan, nilai-nilai tradisional seperti saling membantu, kerja sama, serta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan fasilitas umum kembali ditegakkan di tengah masyarakat Kampung Rigep.

Bencana yang terjadi telah menyisakan luka, namun bagi warga Kampung Rigep, musibah juga menghadirkan hikmah. Semangat solidaritas dan rasa memiliki terhadap kampung sendiri bangkit dari kubangan lumpur yang menggenangi. Mereka ingin memastikan bahwa fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah dan kebersamaan bisa segera pulih, agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan tenang, aman dan khusyuk.

Ilyas Efendi, S.Pd, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman akan memberikan dampak besar terhadap semangat kerja dan produktivitas, khususnya bagi aparatur sipil negara yang memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Kebersihan tempat umum menurutnya bukan hanya cerminan fisik semata, melainkan juga mencerminkan kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa kualitas lingkungan kerja yang baik akan melahirkan kinerja yang lebih optimal.

Menurutnya, gotong royong tidak boleh berhenti sebagai kegiatan insidental atau seremonial belaka. Ia mendorong agar seluruh perangkat desa menjadikan kegiatan pembersihan dan pembenahan lingkungan sebagai rutinitas serta bagian dari budaya kerja. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan semata, namun juga untuk membangun kembali keterikatan antarwarga dan mempererat kebersamaan lintas perangkat desa.

Kegiatan gotong royong di Kampung Rigep menjadi cermin bahwa semangat kebangsaan tak boleh hanyut bersama derasnya bencana. Di tengah keterbatasan, sikap saling peduli dan empati menjadi pendorong utama masyarakat untuk bangkit dan pulih bersama. Bahwa menjaga tempat ibadah bukan hanya tentang menjalankan kewajiban agama, tetapi juga bentuk keteguhan moral dan kultural sebuah masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur, bahkan di tengah musibah sekalipun. (AMJ)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB