GAYO LUES | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan buku tabungan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Umah Pitu Ruang, Kecamatan Pantan Cuaca, Minggu (11/01/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta perwakilan masyarakat dari Desa Palok.
Buku tabungan yang diserahkan secara resmi kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menjadi akses langsung bagi warga penerima manfaat untuk mendapatkan bantuan dana tunai dari pemerintah selama masa transisi. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Gayo Lues, perwakilan dari Kejaksaan Negeri, serta unsur perangkat daerah terkait.
PIC BNPB, Dr. Kheriawan, M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa total jumlah penerima Dana Tunggu Hunian di Gayo Lues mencapai 519 kepala keluarga. Bantuan ini secara khusus ditujukan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana alam dan saat ini belum memungkinkan untuk kembali ke hunian tetap. Menurutnya, proses verifikasi dan validasi data telah rampung, sehingga pencairan bisa segera dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena proses verifikasi telah selesai, hari ini secara simbolis kami serahkan kepada Bapak/Ibu yang hadir, dan nantinya kami akan mentransfer secara langsung kepada peserta yang tidak bisa hadir hari ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemberian DTH adalah bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah terhadap masyarakat yang sedang berada dalam masa sulit pascabencana.
Masing-masing keluarga akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 setiap bulannya, selama tiga bulan berturut-turut, yakni untuk bulan Desember 2025, Januari dan Februari 2026. Total dana yang akan diterima per kepala keluarga sebesar Rp1.800.000. Kheriawan berharap dana ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari warga terdampak, selama mereka belum menempati rumah yang layak huni.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban selama proses pemulihan berlangsung. Kita semua berharap kehidupan masyarakat yang terdampak bisa segera kembali normal,” katanya.
Pemerintah daerah melalui Bupati Gayo Lues menyambut baik penyaluran dana tersebut sebagai bentuk dukungan konkret bagi masyarakatnya. Dalam beberapa pekan terakhir, koordinasi antara BNPB dan perangkat daerah terus dilakukan, termasuk dalam penyusunan data penerima, verifikasi lapangan, hingga pembukaan rekening bank untuk pencairan bantuan.
Bupati menyampaikan bahwa bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat mengingat masih banyak warga yang harus tinggal sementara di hunian darurat ataupun keluarga mereka, setelah rumah mereka rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda akhir tahun lalu. Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses distribusi akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Penyerahan Dana Tunggu Hunian ini menjadi bagian dari rangkaian program pemulihan tahap awal yang dijalankan pemerintah melalui BNPB, bersama kementerian dan lembaga terkait. Selain bantuan DTH, pemerintah juga memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan, bantuan logistik, serta pendampingan psikososial dalam masa transisi.
Pemerintah pusat dan daerah terus berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah-wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Gayo Lues yang termasuk salah satu wilayah prioritas. Dengan turunnya bantuan tahap awal ini, masyarakat diharapkan dapat kembali membangun kehidupan secara mandiri sambil menantikan program pemulihan infrastruktur yang kini tengah dalam tahap perencanaan dan pengusulan. (ABDIANSYAH)







































