BNPB Minta Data Detail Hunian Rusak di Gayo Lues, Pemkab Diminta Bergerak Cepat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:37 WIB

50328 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pasca pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 9 Desember lalu, tim BNPB melakukan tindak lanjut dengan meminta data kerusakan hunian warga secara lebih rinci dan akurat. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Tim Ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Bambang Eko Pratolo dalam rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Gayo Lues H. Maliki, S.E., M.A.P, Sekretaris Daerah, dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) pada Jumat malam, 12 Desember 2025.

Dalam arahannya, Tim BNPB menekankan pentingnya data berbasis individual — by name by address — yang secara jelas mencantumkan nama korban, alamat lengkap, kondisi rumah (hilang, rusak berat, atau rusak ringan), dan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi. Data ini menjadi dasar valid bagi BNPB dalam menyusun langkah penanganan lanjutan, termasuk penyaluran bantuan maupun pembangunan hunian sementara.

“Data ini penting untuk pemetaan kebutuhan dan skala prioritas. Harus jelas dan rinci. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tegas Bambang Eko di hadapan forum rapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Brigjen Purn. Bambang Eko juga meminta pemerintah daerah segera memberikan usulan lokasi yang dinilai cocok untuk pembangunan hunian sementara (huntara). Ia menuturkan BNPB akan menurunkan tim untuk memeriksa langsung kelayakan lahan yang diusulkan, memastikan lokasi tersebut aman dari potensi bencana lanjutan.

“Nanti tim BNPB akan melakukan pengecekan menyeluruh. Lokasi huntara harus bebas dari risiko bencana, aksesibilitasnya jelas, dan memiliki daya dukung lingkungan yang memadai,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Gayo Lues, Jakaria, menyampaikan bahwa jajarannya sudah menurunkan tim lapangan untuk melakukan pendataan rumah rusak dan warga terdampak. Ia melaporkan bahwa saat ini ada dua desa yang masuk dalam daftar awal sebagai usulan lokasi hunian sementara, yaitu Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir. Kedua desa tersebut dinilai memiliki potensi lahan yang cukup luas dan relatif aman.

Namun demikian, Jakaria menyatakan masih ada kendala terkait kepastian status lahan. Dalam wilayah yang diusulkan, diketahui terdapat sekitar enam orang pemilik, dan hingga saat ini belum ada keputusan resmi siapa yang bersedia menghibahkan atau meminjamkan lahannya untuk pembangunan huntara.

“Kami akan memastikan dulu status kepemilikannya, dan tentu akan berkoordinasi dengan para pemilik lahan serta tokoh masyarakat setempat sebelum diambil keputusan final,” jelasnya.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, mendorong seluruh jajaran pemerintah kabupaten untuk bergerak cepat merespons permintaan dari BNPB. Ia menetapkan tenggat waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pendataan secara lengkap. Wabup juga meminta agar seluruh SKPK yang tidak memiliki agenda mendesak segera bergabung ke lapangan, ikut membantu proses pendataan, penyaluran logistik, dan penanganan warga yang masih mengungsi.

“Situasi ini adalah kondisi darurat. Semua harus turun tangan. Kita tidak bisa bekerja seperti biasa. Pendataan harus tuntas dalam 48 jam, dan semua elemen harus berkontribusi, tidak ada yang diam menunggu,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyadari bahwa percepatan penanganan pascabencana tidak hanya memerlukan koordinasi lintas sektor, tetapi juga kehadiran aktif semua unsur — baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun warga terdampak. Dengan kolaborasi intensif bersama BNPB, diharapkan proses rekonstruksi dan rehabilitasi dapat segera berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan. (ABDIANSYAH)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB