Bedah Buku Generasi Hijauku, Kaum Muda Gayo Diajak Menjaga Alam dan Budaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:16 WIB

50233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Buku berjudul Generasi Hijauku (Kaum Muda Menjaga Alam dan Budaya Gayo) karya Fauzan Azima akan dibedah dalam sebuah forum literasi terbuka di Lapangan Pancasila Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu, 1 Februari 2026.

Ketua Persatuan Mahasiswa Gayo Lues, Saputra Ariga, mengatakan bedah buku ini menjadi ruang refleksi bagi kaum muda Gayo untuk kembali menautkan hubungan antara manusia, alam, dan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tapi seruan kesadaran. Ia mengajak generasi muda melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama,” kata Saputra Ariga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, Generasi Hijauku ditulis Fauzan Azima dalam suasana alam Gayo, di antara kabut pegunungan, hutan, dan aroma kopi yang disangrai di pagi hari. Tulisan-tulisan dalam buku ini banyak mengangkat isu lingkungan, budaya, dan spiritualitas lokal.

Menurut Saputra, menariknya buku ini ditulis pada 20 Oktober 2025, sebulan sebelum terjadinya bencana alam yang melanda wilayah Gayo pada 26 November 2026. Hal itu seakan menjadi pengingat dini tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Buku ini seperti alarm sunyi. Ia ditulis sebelum bencana, namun pesannya relevan setelah bencana terjadi,” ujarnya.

Fauzan Azima sendiri dikenal aktif menulis tentang relasi manusia dan alam, dengan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran-kesadaran kecil. Selain menulis, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial, komunitas hijau, dan literasi budaya.

Saputra menambahkan, bedah buku ini diharapkan menjadi titik temu antara literasi, gerakan lingkungan, dan kesadaran budaya, khususnya bagi generasi muda Gayo Lues.

“Kami ingin anak muda Gayo tidak tercerabut dari akar alam dan budayanya. Buku ini menjadi pintu masuknya,” pungkas Saputra Ariga.(*)

Berita Terkait

PLN Pastikan Layanan Listrik di Blangkejeren Tetap Normal, Pembayaran Transportir BBM Rampung
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Quick Respon Brimob Polda Aceh, Padamkan Kebakaran Rumah Di Desa Penampaan, Gayo Lues
Warga Temukan Mayat di Pajak Pagi, Polisi Lakukan Identifikasi
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026
Puluhan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Pantan Cuaca Diserahkan
Polres Gayo Lues Lakukan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di SPBU Akibat Antrean Panjang
Kapolres Gayo Lues Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Isu

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 03:31 WIB

Muzakir Manaf Tunjuk Jamaluddin sebagai Plt Ketua KPA Wilayah Banda Aceh

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:39 WIB

Iftar Jami PC NU Banda Aceh, Waled Muhibban Ingatkan Pentingnya Jamaah

Senin, 9 Maret 2026 - 21:52 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Personel Ditpolairud dalam Penanganan Banjir

Senin, 9 Maret 2026 - 21:15 WIB

Polda Aceh Gelar Pemeriksaan Senjata Api

Senin, 9 Maret 2026 - 21:10 WIB

PC NU Banda Aceh Gelar Iftar Jami di Dayah Sirathal Mustaqim

Senin, 9 Maret 2026 - 00:38 WIB

Anggota DPR RI H. Teuku Ibrahim Gelar Bukber Bersama Kapolda Aceh dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:17 WIB

BNNP Aceh Bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Musnahkan Hampir 60 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Peredaran Narkotika

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:11 WIB

Aceh Didesak Segera Mempercepat Pencairan Proyek APBA 2026

Berita Terbaru