Banjir Kembali Rendam Jalan Nasional di Desa Kuning I, Warga Pertanyakan Solusi Jangka Panjang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 03:32 WIB

50407 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Banjir kembali merendam Jalan Nasional Kutacane–Medan yang melintasi Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (2/1/2026) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan air meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan. Hingga pukul 17.45 WIB, air masih menggenangi ruas jalan dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter.

Dalam pantauan di lapangan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melintasi genangan air yang cukup tinggi, menyulitkan laju kendaraan dan berisiko mogok. Beberapa warga terlihat membantu pengguna jalan yang kesulitan, sementara anak-anak berjalan menyusuri tepian jalan bersama orang tua mereka yang berupaya mencari jalan aman untuk pulang ke rumah masing-masing. Arus lalu lintas terpantau melambat, dan sebagian kendaraan dari arah Kutacane maupun Medan memilih berhenti menunggu air surut.

Fenomena banjir di Desa Kuning I bukanlah kejadian baru. Warga setempat menyebutkan bahwa genangan air di ruas jalan nasional tersebut telah menjadi langganan setiap musim hujan tiba, tak peduli besar atau kecil curah hujan. Bahkan, menurut sejumlah warga, hujan sebentar saja sudah dapat menyebabkan luapan air yang cukup mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya-tanya sampai kapan persoalan banjir musiman ini akan dibiarkan tanpa ada solusi nyata dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan saluran drainase memadai di sepanjang jalan nasional ini diduga menjadi penyebab utama terjadinya genangan, selain juga akibat luapan anak sungai di sekitar kawasan pemukiman yang tidak mampu menampung debit air hujan. Situasi semakin diperburuk dengan tidak adanya sistem peringatan dini atau infrastruktur penunjang tanggul maupun kanal pembuangan air yang andal.

Dalam keterangannya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara telah mengingatkan warga dan para pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas, terutama dari dan menuju wilayah Medan melalui Desa Kuning I. Upaya berupa pemantauan titik banjir dan penyebaran informasi kondisi jalan secara rutin terus dilakukan, namun warga berharap adanya tindakan lebih konkret yang dapat mengatasi akar persoalan.

Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan atas minimnya perhatian dan respons cepat dari dinas terkait, meskipun banjir seperti ini telah terjadi berulang kali setiap tahunnya. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pusat tidak hanya datang saat bencana terjadi, tetapi juga bekerja untuk pencegahan, terutama di jalur vital nasional yang menjadi akses utama antar kabupaten dan provinsi.

Dengan banjir yang terus berulang, pertanyaan pun mencuat dari masyarakat: sampai kapan kejadian serupa harus terus dialami, dan adakah langkah nyata yang tengah disiapkan oleh para pemangku kebijakan untuk menyudahi persoalan ini? Desakan untuk memperbaiki tata kelola drainase, meningkatkan pembangunan infrastruktur penunjang, serta mengedepankan keselamatan pengendara menjadi sorotan utama di tengah ketidakpastian yang terus menyelimuti setiap musim hujan datang. (RED)

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Longsor Beruntun, Gayo Lues Kembali Terisolasi
Dari Persis untuk Sumatera, Persis Bangun Huntara, Masjid, dan Sinergi Relawan
Jalan Nasional Kutacane–Gayo Lues Putus Diterjang Banjir, Satu Kendaraan Diduga Terseret Arus
Polres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda dan Sat Brimob Polda Sumsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Mapanbumi dan Paramita Foundation
Status Gunung Burni Telong Naik Siaga Setelah Guncangan Gempa di Dataran Tinggi Gayo
*Resmob Satreskrim Aceh Tenggara Ungkap Kasus Perjudian Online Jenis Slot di Desa Pulonas
Bupati Aceh Tenggara Lantik Pejabat Administrator, Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah dan Kepala RSU Teken Fakta Integritas Kinerja
Warga Aceh Tenggara yang Bekerja di Bener Meriah Minta Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Nasional Pendataan Kerusakan Pascabencana, Tegaskan Komitmen Percepatan Bantuan

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:16 WIB

Organisasi Perempuan Gayo Lues Salurkan Bantuan, Perkuat Peran dalam Pemulihan Pascabencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:13 WIB

Anak-anak Kampung Agusen Kembali Sekolah di Tengah Pengungsian, Bupati Gayo Lues Tinjau Langsung Sekolah Darurat

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:06 WIB

Delapan Desa di Gayo Lues Hilang Pascabanjir Bandang

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:00 WIB

TNI AL Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gayo Lues Lewat Udara

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:36 WIB

Infrastruktur Gayo Lues Rusak Parah Pascabencana, Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan Terdampak

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:32 WIB

Bupati Gayo Lues Tinjau Kampung Terdampak Banjir di Kecamatan Pantan Cuaca

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:29 WIB

Warga Gayo Lues Kesulitan Akses Komunikasi, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih Pascabencana

Berita Terbaru