Akses Terputus dan Ancaman Longsor, Warga Pining Masih Terisolasi Pasca Banjir Bandang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:32 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (10/01/2026) Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dampak bencana masih dirasakan signifikan oleh warga, khususnya di Kecamatan Pining. Akses jalan utama menuju wilayah pedalaman ini masih terputus akibat tertimbun material longsor di beberapa titik, serta rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan yang tak kunjung diperbaiki.

Sejak peristiwa bencana pada 26 November 2025, setidaknya terdapat enam titik longsor besar yang menyebabkan badan jalan tertutup total. Selain itu, dua jembatan penghubung utama di jalur ini juga turut rusak berat akibat terjangan banjir, memaksa warga dan pengendara untuk menempuh rute darurat atau bahkan nekat menyeberangi aliran sungai untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu distribusi logistik dan kebutuhan pokok ke Pining dan sejumlah desa di wilayah ini. Jalan yang berlumpur tebal dan licin menjadi tantangan besar dalam proses pengiriman bantuan dan penyaluran barang kebutuhan sehari-hari. Beberapa kendaraan terpaksa mundur atau tersendat dalam lumpur, sementara kendaraan roda dua harus didorong secara beramai-ramai guna melewati medan sulit, terlebih saat jalanan menanjak atau menurun tajam yang berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku kesulitan mengakses bantuan karena tidak adanya kendaraan yang mampu menembus jalur rusak tersebut. Dalam kondisi terburuk, warga memutuskan untuk berjalan kaki atau menggunakan tenaga warga secara kolektif agar kendaraan bisa melewati titik-titik rawan. Inisiatif gotong-royong dilakukan untuk mendorong sepeda motor yang terjebak, sehingga perjalanan bisa tetap berlangsung meski dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama dari biasanya.

Kesulitan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal dan pelayanan publik. Warga kesulitan menjual hasil bumi ke pasar di kecamatan lain, serta terbatasnya akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. Dengan akses utama yang masih lumpuh, urusan administrasi hingga kebutuhan medis menjadi terhambat dan bergantung pada jalur alternatif yang belum tentu lebih aman.

Kondisi ini semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat pasca bencana. Belum adanya kejelasan dari pihak berwenang terkait percepatan proses evakuasi material longsor dan perbaikan infrastruktur membuat warga berharap ada tindakan cepat dan tanggap dari pemerintah daerah maupun pusat untuk membuka kembali akses utama secara permanen dan aman.

Meski bantuan darurat sempat dikirimkan melalui jalur udara dan dilakukan upaya penanganan awal, lumpuhnya jalur darat utama membuat Kecamatan Pining masih dalam kondisi terisolasi. Dengan prediksi cuaca yang masih labil di wilayah pegunungan Aceh, masyarakat berharap agar situasi ini tidak berlangsung lebih lama, mengingat potensi longsor susulan tetap mengintai dan menjadi ancaman bagi keselamatan warga. (*)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB