Akses ke Gayo Lues Kembali Terputus, Stok Logistik Menipis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 03:46 WIB

50258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Akses jalan utama menuju Kabupaten Gayo Lues kembali terputus menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Titik longsor terjadi di jalur penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara, yang selama ini menjadi satu-satunya jalur darat efektif untuk distribusi logistik keluar masuk wilayah pedalaman tersebut.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa kondisi jalan yang sebelumnya sempat dibuka kembali tertutup material longsor. Akibatnya, distribusi bahan pokok seperti beras, bahan bakar minyak (BBM), serta liquefied petroleum gas (LPG) kembali terganggu. Bahkan, alat berat yang sejak awal disiagakan di beberapa titik jalur Aceh Tenggara–Gayo Lues, kini belum dapat menjangkau lokasi longsor secara menyeluruh karena cuaca yang belum bersahabat dan kondisi jalan yang belum stabil.

“Logistik beras juga sudah menipis. Kami sudah cek langsung ke Bulog dan stoknya sudah habis. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Bambang, jika tidak memungkinkan untuk dikirim langsung ke Gayo Lues, maka sementara bisa disimpan di gudang terdekat di Aceh Tenggara. Nanti kalau jalan sudah bisa dilalui, logistik langsung kami angkut ke Gayo Lues,” ujar Suhaidi saat memberikan laporan kondisi darurat, Sabtu (3/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selain beras, distribusi LPG dan BBM juga terganggu. Warga di beberapa kecamatan mulai menghadapi keterbatasan energi karena suplai bahan bakar tidak lancar. Bahkan, kondisi jaringan internet mulai tidak stabil, sementara aliran listrik di beberapa wilayah dilaporkan padam selama beberapa jam dalam sehari, mengganggu aktivitas masyarakat dan operasional layanan publik maupun komunikasi antarlembaga.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Surhayanto, langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengatur pengiriman logistik ke wilayah terdampak. Dalam percakapan via seluler dengan pejabat daerah, Surhayanto menegaskan pentingnya memastikan keberadaan bahan pokok utama, terutama beras, di Kabupaten Gayo Lues dalam kondisi darurat cuaca seperti saat ini.

“Stok beras harus diprioritaskan untuk segera masuk ke Gayo Lues. Kalau belum bisa lewat darat, silakan disiapkan di Aceh Tenggara. Kalau akses sudah terbuka, Pemkab bisa mengambil secara bertahap,” kata Surhayanto. Ia juga memberikan arahan untuk menyuplai BBM dan LPG melalui sistem cadangan logistik kawasan agar distribusinya tidak terputus total.

Tak hanya itu, BNPB juga mengerahkan opsi pengangkutan melalui jalur udara untuk mempercepat pendistribusian bahan makanan pokok. Sebanyak tiga pesawat Susi Air disiapkan untuk mengangkut beras dengan kapasitas muatan total hingga 4,5 ton per sekali misi pengiriman. Upaya ini diharapkan bisa menutup kekosongan logistik sementara untuk mencukupi kebutuhan pokok warga di wilayah terdampak selama beberapa hari ke depan.

Surhayanto juga menanggapi kebutuhan penanganan infrastruktur darurat, termasuk normalisasi aliran sungai yang diperkirakan turut berdampak pada kestabilan jalan dan meningkatkan potensi longsor susulan. Ia meminta agar Bupati segera mencari alat berat tambahan tanpa perlu menunggu proses administrasi reguler. “Langsung dikerjakan saja normalisasi sungainya, nanti biayanya BNPB yang tanggung. Fokus dulu pada penyelamatan akses dan logistik warga. Kita harus berlomba dengan waktu,” ujarnya.

Seiring dengan itu, tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan BPBD Provinsi Aceh juga telah bergerak ke lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan lanjutan dan kemungkinan penambahan tim alat berat. Pemantauan dilakukan secara berlapis untuk memastikan kondisi jalan, stabilitas tebing, serta keamanan pengguna jalan ketika proses pemulihan infrastruktur mulai dijalankan.

Gayo Lues yang berada di wilayah pegunungan dengan konektivitas terbatas kerap mengalami keterisolasian saat musim hujan panjang. Akses satu-satunya dari Aceh Tenggara—meskipun secara topografi menantang—selama ini menjadi jalur utama membawa barang-barang kebutuhan pokok, BBM, serta transportasi warga ke luar daerah. Ancaman longsor bahkan berisiko meningkat mengingat banyaknya ruas jalan yang berada di sepanjang lereng curam dengan kondisi geologi yang tidak stabil.

Pemerintah Daerah Gayo Lues pun berharap bantuan logistik dari lintas lembaga bisa segera terdistribusi merata hingga ke kecamatan-kecamatan. Selain beras, LPG, dan BBM, kebutuhan medis dan logistik pengungsi juga menjadi perhatian menyusul adanya warga yang terpaksa berpindah tempat tinggal akibat terganggunya transportasi dan sistem pendukung kehidupan sehari-hari.

Pemerintah pusat menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, serta relawan telah dikerahkan ke wilayah terdampak untuk membantu proses distribusi dan pemantauan keamanan lingkungan. Operasi tanggap bencana ini akan terus berjalan hingga kondisi jalan benar-benar stabil dan semua jalur logistik kembali berfungsi normal. (*)

Berita Terkait

Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor
Polres Gayo Lues Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kec. Dabun Gelang
Peringatan Isra’ Mi’raj di Tenda Pengungsian BLK Desa Lempuh, Wujud Penguatan Iman dan Semangat Pascabencana di Gayo Lues
Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi
Akses ke Kecamatan Pining Masih Terputus, Distribusi Bantuan Gayo Lues Terkendala
Bandara Blangkejeren Jadi Andalan Gayo Lues Jaga Konektivitas Saat Darurat
Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB