Bener Meriah. Baranewsaceh.co –
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bergerak cepat menangani dampak bencana hidrometeorologi yang memutus akses jalan di wilayah Kecamatan Bukit, Senin (6/4/2026). Upaya ini dilakukan demi memulihkan aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah, Alpahmi, S.T., M.A.P., menyampaikan bahwa penanganan difokuskan pada ruas jalan strategis yang menghubungkan Rumah Sakit Muyang Kute menuju Pepantang, Simpang Sama Rena, hingga Pepedang. Jalur sepanjang kurang lebih 14,5 kilometer tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat.
“Proses pembukaan jalan diperkirakan memakan waktu sekitar 30 hari. Kondisinya cukup berat karena material longsor menutup badan jalan di sejumlah titik, ditambah kondisi tanah yang masih labil,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selain timbunan tanah dan batu dalam volume besar, terdapat pula kerusakan jembatan akibat longsor di sepanjang ruas tersebut. Curah hujan yang masih tinggi juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
“Kami terus mengerahkan alat berat dan personel untuk mempercepat penanganan, agar akses jalan ini segera bisa dilalui kembali oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, telah menginstruksikan Camat Bukit, Syahrian, S.STP., untuk turun langsung mengoordinasikan penanganan bersama instansi terkait. Hal ini mengingat pentingnya ruas jalan tersebut sebagai jalur utama menuju kawasan perkebunan masyarakat sekaligus penghubung ke Kecamatan Bandar.
Pemerintah daerah berharap proses penanganan berjalan lancar sehingga aktivitas ekonomi warga dapat segera pulih seperti sediakala. (Ril/Dani)








































