BIREUEN – Ketua Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Andi Saputra, meminta Ketua Umum Partai Aceh, Muzakkir Manaf yang akrab disapa Mualem, untuk mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi dan mengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Permintaan tersebut disampaikan Andi Saputra sebagai bentuk keprihatinan terhadap arah pembangunan dan jalannya pemerintahan Aceh yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya para mantan kombatan dan keluarga syuhada.
Menurut Andi, posisi Ketua DPRA sangat strategis dalam menentukan kebijakan dan pengawasan terhadap pemerintah Aceh. Oleh karena itu, diperlukan figur pimpinan DPR-Aceh yang benar-benar sejalan dengan semangat perjuangan, aspirasi rakyat, serta visi besar Partai Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta Mualem selaku pimpinan tertinggi Partai Aceh untuk mengevaluasi kinerja Ketua DPRA saat ini. Jika dianggap tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, maka sudah seharusnya dilakukan pergantian,” ujar Andi Saputra, Rabu, 04/02/2026.
Ia menegaskan, evaluasi tersebut penting agar lembaga legislatif Aceh dapat berfungsi secara maksimal dalam mengawal kebijakan pro-rakyat, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Aceh, serta menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar.
Andi juga menambahkan bahwa JASA Pandrah berharap Mualem tidak ragu mengambil keputusan strategis demi masa depan Aceh yang lebih baik, stabil, dan bermartabat.
“Ini bukan kepentingan pribadi atau kelompok, tapi demi Aceh ke depan. Kami ingin DPRA dipimpin oleh sosok yang tegas, berintegritas, dan benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (*)





































