GAYO LUES | Maskapai PT Smart Cakrawala Aviation atau Smart Aviation resmi mengoperasikan kembali layanan penerbangan perintis bersubsidi ke Kabupaten Gayo Lues mulai Senin, 12 Januari 2026. Layanan ini merupakan bagian dari program angkutan udara bersubsidi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dikoordinasikan melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Sinabang. Penerbangan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah pedalaman dengan kota-kota besar di Aceh dan Sumatera Utara, sekaligus menjadi jalur vital dalam situasi darurat.
Rute penerbangan yang tersedia meliputi dua jalur utama, yakni Medan (KNO) – Gayo Lues (GYO) dan Banda Aceh (BTJ) – Gayo Lues (GYO). Kedua rute dilayani dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208 yang memiliki kapasitas 10 hingga 12 penumpang. Skema jadwal dan tarif tiket yang berlaku telah ditetapkan sesuai ketentuan program penerbangan perintis tahun anggaran 2026.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk rute Medan – Gayo Lues, penerbangan tersedia setiap hari Senin dan Jumat pukul 07.00 hingga 07.55 WIB dengan tarif sebesar Rp449.000. Sementara itu, penerbangan Gayo Lues – Medan dilayani setiap hari Selasa pada pukul 12.04 sampai 12.59 WIB dan hari Jumat pukul 12.31 sampai 13.26 WIB dengan tarif Rp336.350. Adapun rute Gayo Lues – Banda Aceh dijadwalkan setiap Senin dan Jumat, pukul 08.15 hingga 09.23 WIB dengan tarif Rp479.540. Sedangkan penerbangan dari Banda Aceh ke Gayo Lues setiap Selasa pukul 10.36 sampai 11.44 WIB dan Jumat pukul 11.03 sampai 12.11 WIB dengan tarif Rp572.300.
Kepala Bandara Blangkejeren, Iwan Mulya, menyebut bahwa tahun ini Gayo Lues kembali mendapatkan alokasi dua rute penerbangan perintis yang masing-masing beroperasi dua kali per minggu. Menurutnya, eksistensi layanan penerbangan ini sangat dibutuhkan tidak hanya untuk membuka akses wilayah pedalaman, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal serta mendekatkan layanan publik bagi masyarakat di daerah terisolasi. Ia juga menambahkan bahwa pesawat Cessna Grand Caravan dipilih karena sesuai dengan panjang landasan pacu Bandara Blangkejeren yang saat ini masih terbatas.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kembalinya operasional penerbangan perintis ini. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya keberadaan Bandara Blangkejeren sebagai satu-satunya akses udara menuju wilayah Gayo Lues, terlebih dalam kondisi darurat seperti saat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Ia menilai akses udara menjadi jalur penting dalam mempercepat pengiriman logistik, evakuasi korban, dan mobilisasi aparat serta pejabat dari pemerintah pusat dan provinsi selama masa tanggap darurat.
Menurutnya, selama bencana melanda, peran bandara menjadi sangat krusial karena kondisi geografis Gayo Lues yang dikelilingi pegunungan dan minimnya jalur alternatif melalui darat. Panjang landasan pacu Bandara Blangkejeren saat ini hanya sekitar 810 meter, sehingga hanya pesawat kecil dan helikopter yang dapat mendarat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap adanya perpanjangan runway agar pesawat berbadan lebih besar, seperti Hercules, bisa mengakses wilayah tersebut di masa mendatang.
Gayo Lues yang berada di kawasan pegunungan tengah Aceh memiliki tantangan geografis yang kompleks. Akses dari dan ke kabupaten ini kerap terganggu ketika terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir bandang, sehingga menghadirkan jalur alternatif melalui udara bukan sekadar pilihan namun menjadi kebutuhan. Penerbangan perintis ini tidak hanya memfasilitasi kepentingan mobilitas warga, tetapi juga mempercepat pelayanan pemerintah, distribusi bantuan, serta memperkuat integrasi wilayah.
Dengan beroperasinya kembali penerbangan subsidi ini, masyarakat Gayo Lues kini memiliki akses yang lebih cepat ke kota-kota utama seperti Medan dan Banda Aceh. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekonomi pascabencana serta mendukung berbagai sektor kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan publik. Pemerintah kabupaten menilai, keberlanjutan program seperti ini penting agar tidak hanya bersifat temporer, melainkan menjadi bagian dari komitmen jangka panjang membangun konektivitas daerah tertinggal dan terluar.
Beroperasinya penerbangan perintis juga menjadi semacam pengingat bahwa aksesibilitas adalah bagian penting dari keadilan pembangunan. Kepada masyarakat Gayo Lues, hadirnya kembali layanan ini bukan hanya membuka harapan untuk pembangunan yang lebih merata, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara hingga ke pelosok terpencil Nusantara.








































