Bener Meriah Baranewsaceh.co | Masih dalam suasan dingin dan berkabut sejumlah aktivitas di Terminal Kargo Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, mulai menggeliat. Peti-peti kayu dan karung berisi hasil bumi dataran tinggi Gayo tersusun rapi, menunggu giliran diangkut ke dalam pesawat kargo. Di balik tumpukan cabai merah, kentang, tomat, hingga durian lokal, tersimpan harapan panjang para petani Gayo untuk menembus pasar nasional.
Kamis (8/1/2026) menjadi hari penting bagi Asosiasi Bener Meriah Aceh Tengah Bersatu. Sebanyak 13 ton hasil pertanian resmi diberangkatkan menuju Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Pusat, menggunakan pesawat Aero Nusantara Cargo (ANC) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengiriman ini menandai babak baru distribusi hasil bumi Gayo melalui jalur udara.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sabardi (50), Ketua Asosiasi Bener Meriah–Aceh Tengah Bersatu, tampak sibuk mengawasi proses pemuatan barang. Sesekali ia memastikan daftar manifes pengiriman sesuai dengan muatan yang diangkut.
“Ini bukan sekadar kirim barang, tapi membawa nama daerah dan nasib petani,” ujarnya sambil menatap pesawat yang bersiap lepas landas.
Komoditas yang dikirim beragam. Mulai dari cabai merah, kentang, tomat, kubis, hingga durian khas Bener Meriah yang kini mulai dilirik pasar ibu kota. Menurut Sabardi, permintaan durian dari Jakarta terus menguat, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap buah lokal berkualitas.

Bagi petani Gayo, pengiriman ini menjadi angin segar setelah selama ini bergantung pada jalur darat dan pasar lokal. Akses udara dinilai mampu memangkas waktu distribusi, menjaga kesegaran produk, sekaligus meningkatkan daya saing harga.
“Kalau kualitas terjaga dan pengiriman lancar, pasar akan terbuka dengan sendirinya,” kata Sabardi.
Upaya membuka pasar nasional bukan hal baru. Sebelumnya, hasil bumi Gayo telah lebih dulu mengisi pasar di Batam, Pekanbaru, dan Dumai. Namun, masuknya produk ke Pasar Kramat Jati—salah satu pusat distribusi terbesar di Indonesia menjadi langkah strategis yang dinilai akan berdampak luas bagi perekonomian daerah.
Sabardi pun mengingatkan pentingnya peran semua pihak, terutama pengepul dan petani, untuk menjaga kualitas hasil panen. Baginya, kepercayaan pasar adalah modal utama agar produk Gayo tidak hanya hadir sesaat, tetapi berkelanjutan.
Di akhir keterangannya, Sabardi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta jajaran TNI Angkatan Udara, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto atas dukungan fasilitas pesawat udara. Dukungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga dinilai berperan penting dalam membuka jalur distribusi udara bagi hasil pertanian daerah.
Ketika pesawat kargo itu akhirnya mengudara, bukan hanya 13 ton hasil bumi yang terbang menuju Jakarta. Ada harapan petani Gayo yang ikut melangit menembus batas geografis, menuju pasar yang lebih luas, dan masa depan yang lebih menjanjikan. (Dani)







































