
GAYO LUES | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana alam hidrometeorologi menyusul kondisi wilayah yang masih terdampak oleh bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Perpanjangan ini menandai kali kedua status tanggap darurat diberlakukan sejak bencana tersebut menghantam sejumlah kecamatan di kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh itu.
Perpanjangan tersebut secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Bupati Gayo Lues Nomor 100.3.3.2/183/2025, yang mulai berlaku sejak tanggal 22 Desember hingga 31 Desember 2025. Kebijakan ini diambil berdasarkan perkembangan situasi terkini di lapangan, yang menunjukkan bahwa dampak bencana masih mengganggu keselamatan warga, infrastruktur, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keputusan tersebut, Bupati Gayo Lues menyebutkan bahwa upaya penanggulangan bencana harus terus dilaksanakan secara cepat, tepat, terpadu, dan berkelanjutan. Perpanjangan status darurat ini juga merujuk pada rekomendasi dan evaluasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues, yang menilai bahwa kondisi masih belum stabil dan penanganan masih terus berlangsung di beberapa wilayah terdampak.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik, menyebabkan kerusakan luas pada rumah warga, fasilitas umum, dan akses jalan antarwilayah. Sejumlah desa sempat terisolasi dan puluhan kepala keluarga harus mengungsi ke tempat-tempat aman. Proses rehabilitasi dan normalisasi wilayah masih terus dikerjakan oleh pemerintah daerah bersama lembaga terkait dan relawan.
Penetapan status darurat ini menjadi pijakan hukum bagi Pemkab Gayo Lues untuk terus menggelar operasi tanggap darurat, termasuk dalam distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pengerahan personel untuk evakuasi serta pemulihan infrastruktur dasar. Keputusan ini juga mengacu pada berbagai perundang-undangan nasional dan daerah terkait penanggulangan bencana dan administrasi pemerintahan.
Pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi pada musim penghujan ini. Pihak berwenang juga meminta agar seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam upaya pemulihan, sekaligus menjaga ketertiban dan keselamatan diri di lingkungan masing-masing. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah lanjutan apabila kondisi belum memungkinkan untuk keluar dari status darurat. (ABDIANSYAH)








































