Gayo Lues — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi bantuan logistik menjangkau masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah-wilayah pelosok. Salah satu titik fokus adalah Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yang hingga kini masih terisolasi akibat kerusakan parah pada infrastruktur jalur darat.
Pada Minggu (21/12/2025), Mualem melepas sepuluh unit mobil offroad dari titik pemberangkatan di Gayo Lues. Kendaraan tersebut dikerahkan secara khusus guna mengantarkan bantuan sembako ke daerah-daerah yang tidak bisa ditembus oleh kendaraan biasa.
“Bantuan ini harus sampai ke tangan warga yang terisolasi. Mobil offroad ini akan menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses guna membantu warga terdampak secara langsung,” ujar Mualem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dan adaptif di tengah kondisi medan yang sulit akibat bencana alam. Selain membawa sembako, tim offroad juga membawa logistik dasar lain seperti air bersih, perlengkapan kebersihan, dan peralatan medis ringan yang dibutuhkan warga di pedalaman.
Sehari sebelumnya, Sabtu (20/12/2025), Gubernur Aceh tiba di Bandara Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, Wakil Bupati Maliki, S.E., M.AP, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kunjungan kerja tersebut digunakan oleh Mualem untuk meninjau langsung dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah titik di Gayo Lues. Sejumlah desa, termasuk di Kecamatan Pining, dilaporkan mengalami kerusakan berat. Rumah warga hanyut, lahan pertanian terdampak, serta fasilitas umum lumpuh akibat tertutup material longsor dan rusaknya infrastruktur jembatan maupun jalan.
Gubernur juga menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat penanganan darurat sambil terus mendorong intervensi dari pemerintah pusat. Menurutnya, selain distribusi logistik, fokus utama saat ini adalah pemulihan akses dan jaminan pelayanan kesehatan darurat di wilayah terdampak.
“Pemerintah akan terus hadir di masa sulit ini. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat di daerah terisolasi menunggu terlalu lama. Semua unsur harus bergerak,” ujarnya.
Penggunaan kendaraan offroad menjadi langkah taktis yang diambil karena banyak jalur utama tertutup material banjir dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan standar. Langkah ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kondisi lapangan dalam distribusi bantuan bencana.
Pemkab Gayo Lues sendiri sebelumnya melaporkan sejumlah wilayah yang masih sulit dijangkau, di antaranya desa-desa di Kecamatan Pining. Beberapa warga bahkan harus berjalan kaki 8 hingga 10 jam untuk menjemput bantuan ke posko terdekat.
Dengan dikerahkannya tim offroad oleh Pemerintah Aceh, diharapkan distribusi bantuan menjadi lebih merata dan cepat, serta meringankan beban masyarakat terdampak yang hingga kini masih berada dalam kondisi darurat. (Red)







































