Gayo Lues, 20 Desember 2025 – Layanan bantuan untuk penyintas bencana di Kabupaten Gayo Lues terus bergulir, tak hanya dalam bentuk logistik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek psikologis masyarakat terdampak. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh melaksanakan kegiatan pelayanan psikososial untuk warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah desa di Gayo Lues.
Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, dimulai pada pertengahan Desember 2025. Tim relawan melibatkan dosen dan mahasiswa yang dipimpin oleh Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, didampingi dua mahasiswa, Rizky Alfarizy dan Siti Indah Oktaviana.
Tim ini merupakan perwakilan pertama dari Fakultas Psikologi Unmuha yang terjun langsung ke lokasi terdampak bencana. Selama pelaksanaan, mereka berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gayo Lues, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pelayanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan psikososial diberikan di lima desa terdampak, yakni Desa Agusen, Palok, Seneren, Kuning Kurnia, dan Tetinggi. Beberapa di antaranya merupakan wilayah yang sulit diakses karena infrastruktur jalan masih rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu.
Fokus pelayanan adalah pemulihan psikologis anak melalui pendekatan aktivitas bermain. Berbagai metode dilakukan seperti bercerita, mewarnai, mengenali serta mengelola emosi, dan kegiatan ice breaking. Sebanyak 142 anak mengikuti kegiatan dan memperlihatkan antusiasme tinggi meskipun kondisi fisik dan lingkungan masih jauh dari normal.
“Anak-anak menjadi kelompok rentan yang paling terdampak secara psikologis. Dengan kegiatan yang menyenangkan, mereka bisa kembali merasa aman dan tertawa, sebagai bagian dari proses pemulihan,” ujar Hanna Amalia.
Selain memberikan layanan psikososial, tim juga menyalurkan bantuan seperti hygiene kit, popok bayi, serta pakaian dalam anak dan dewasa kepada para pengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK) Gayo Lues dan SD Negeri 10 Desa Palok. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil observasi kebutuhan yang ditemukan selama proses pendampingan.
Tim MDMC juga memberikan edukasi tentang kebersihan diri dan kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan di lokasi pengungsian, sebagai upaya pembinaan kesehatan jangka panjang di situasi darurat.
Kehadiran relawan disambut hangat oleh warga terdampak. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan emosi anak-anak, tetapi juga memberi rasa perhatian dari luar, sekaligus memperkuat harapan warga terhadap agenda pemulihan yang lebih menyeluruh.
“Pendampingan psikologis ini tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Anak-anak butuh ruang aman untuk tumbuh, termasuk setelah melalui pengalaman bencana,” kata salah satu relawan di lapangan.
Upaya yang dilakukan Unmuha dan MDMC menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh pemulihan pascabencana, yang tidak hanya menyentuh sektor logistik dan infrastruktur, tetapi juga dimensi psikososial warga terdampak, khususnya anak dan kelompok rentan lainnya. (*)







































