GAYO LUES | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan agenda kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh dengan fokus utama pada Kabupaten Gayo Lues, dalam upaya memastikan penanganan pascabencana banjir berjalan optimal. Rabu (17/12/2025), Gibran tiba di Lanud TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara, sekitar pukul 08.00 WIB setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta. Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan sejumlah unsur Forkopimda daerah.
Setelah beristirahat singkat di ruang transit, Gibran melanjutkan perjalanan udara menggunakan helikopter menuju Kabupaten Gayo Lues, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu jam. Gayo Lues menjadi salah satu wilayah paling terdampak bencana banjir dan longsor yang beberapa pekan terakhir menerjang sejumlah kabupaten di Aceh.
Di Gayo Lues, Wapres dijadwalkan menyapa para pengungsi di posko darurat Desa Kampung Gumpang Lempuh, sekaligus meninjau langsung kondisi Jembatan Aih Boboh yang terputus total akibat banjir bandang. Infrastruktur penghubung utama antarwilayah ini diketahui lumpuh sejak awal Desember, membuat distribusi logistik dan mobilitas warga terganggu hingga hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bencana yang terjadi tak hanya mengisolasi beberapa desa, tetapi juga menyebabkan jaringan listrik dan komunikasi terputus. Berdasarkan laporan terakhir, listrik belum kembali menyala dan akses internet masih lumpuh total. Masyarakat melaporkan kesulitan untuk berkomunikasi dengan kerabat di luar daerah, termasuk dalam hal mengakses layanan digital pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pemerintah daerah serta penyedia layanan jaringan belum memberikan kepastian waktu pemulihan, meski upaya perbaikan terus dikabarkan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menerima langsung keluhan dari pengungsi mengenai bantuan pangan yang belum memadai. Salah satu isu yang mencuat adalah minimnya pasokan beras. Dalam dua pekan terakhir, banyak keluarga hanya menerima satu kilogram beras sebagai bantuan, jumlah yang sangat terbatas bagi kebutuhan dasar mereka. Pasokan di pasar lokal juga dilaporkan menipis, dan harga bahan pokok mengalami lonjakan sebagai dampak dari terputusnya jalur distribusi.
Di lapangan, Wakil Presiden menyatakan pemerintah pusat menaruh perhatian tinggi terhadap penanganan bencana di Aceh, khususnya Gayo Lues, dan telah mengerahkan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan. Wapres mengonfirmasi bahwa kunjungannya kali ini dimaksudkan untuk melihat langsung kendala yang dihadapi masyarakat agar dapat merumuskan solusi tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rombongan kerja tersebut, Wapres turut didampingi Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf dan jajaran pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya, bencana banjir dan longsor melanda belasan wilayah di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Singkil, hingga Aceh Selatan. Sebanyak 10 kabupaten secara resmi ditetapkan dalam status darurat bencana, termasuk Gayo Lues yang mengalami dampak meluas terhadap infrastruktur dan kehidupan warga.
Gibran juga menegaskan bahwa jalur logistik dan distribusi bantuan menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Pemerintah berupaya memastikan bantuan, termasuk pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya, bisa segera menjangkau daerah-daerah terdampak, terutama zona terisolasi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Setelah melakukan peninjauan di Gayo Lues, Gibran dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk mengecek situasi serupa di Posko Pengungsian Masjid At Taqwa Meunasah Balek serta melihat langsung kondisi jembatan yang ambrol di Kecamatan Meureudu. Gibran menegaskan, pengalaman lapangan dari kunjungan langsung ini akan digunakan sebagai dasar penyesuaian kebijakan lebih lanjut, terutama dalam alokasi anggaran pemulihan serta koordinasi lintas kementerian.
Kunjungan Wapres kali ini merupakan yang kedua dalam rangkaian pemantauan wilayah terdampak bencana. Sebelumnya, pada awal Desember Gibran telah meninjau langsung daerah terdampak di Kabupaten Agam, Tapanuli Selatan, dan Aceh Singkil. Gibran menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor agar pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan inklusif, tanpa ada daerah yang tertinggal dalam penanganannya.
Masyarakat Gayo Lues berharap kunjungan ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan mampu membawa perubahan nyata dalam pemulihan kondisi. Prioritas utama yang diaspirasikan warga adalah pemulihan akses listrik dan komunikasi, percepatan distribusi bantuan pangan, hingga pengaktifan kembali fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan yang saat ini masih terkendala akibat bencana. Bagi banyak warga, bencana ini bukan sekadar ujian alam, tetapi refleksi atas pentingnya kesiapsiagaan dan kecepatan tanggap darurat dari seluruh pemangku kepentingan.
Dengan situasi yang masih jauh dari kata pulih total, kehadiran Wapres di tengah masyarakat terdampak menjadi simbol kepedulian negara atas penderitaan rakyat di wilayah terpencil. Pemerintah pun diharapkan terus memantau kondisi Gayo Lues secara berkelanjutan hingga situasi benar-benar kembali normal. (RED)







































