Gayo Lues — Melalui medan terjal dan rute yang sulit dilalui kendaraan, sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Gayo Lues akhirnya berhasil menjangkau Desa Pining dan Desa Pertik, Kecamatan Pining, untuk menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Berangkat dari Posko Utama Bale Pendopo Bupati pada Jumat, 13 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, para petugas menempuh perjalanan panjang hingga tiba di lokasi SPBU terakhir pada pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur perbukitan yang licin dan berlumpur hingga mencapai desa tujuan.
Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Gayo Lues, Ena Malikussaleh, menyampaikan bahwa bantuan ini sengaja diantar langsung karena kondisi warga Pining yang sangat terbatas dalam akses mobilitas, terutama kelompok rentan seperti lansia dan para janda yang tidak mampu berjalan kaki selama berjam-jam ke pos bantuan terdekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masyarakat Kecamatan Pining selama ini harus berjalan kaki ke Kampung Uring untuk menerima bantuan, karena hanya lokasi itu yang dapat dijangkau kendaraan roda empat. Namun tidak semua warga sanggup. Karena itu, pemerintah hadir langsung untuk memastikan bantuan diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Tim yang diberangkatkan berjumlah 44 personel. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 42 orang yang berhasil mencapai pemukiman warga karena kondisi medan yang berat dan tantangan cuaca di sepanjang perjalanan.
Kabid Trantib Satpol PP dan WH, Saniman, menuturkan bahwa seluruh personel memanggul logistik secara mandiri. Masing-masing membawa hingga 10 kilogram beras di punggung sepanjang rute jalan kaki ke desa. Total logistik yang berhasil disalurkan kepada warga tercatat sebanyak 450 kilogram beras.
Menurutnya, misi kemanusiaan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga bentuk empati dan komitmen jajaran Satpol PP untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam pemulihan pascabencana yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memutus akses sejumlah wilayah pedalaman.
Aksi gotong royong dan dedikasi para petugas ini menjadi simbol kepedulian bahwa negara hadir hingga ke titik paling terpencil sekalipun. Di tengah keterbatasan logistik dan medan yang menantang, semangat melayani tetap menjadi prioritas dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang sedang berjuang dalam pemulihan pascabencana. ***







































