slot preparation.lsrs.lu

Sebanyak 40 Desa di Gayo Lues Masih Terisolasi Pascabanjir Bandang, Akses Hanya Bisa Ditembus dengan Jalur Darurat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 01:56 WIB

50567 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Memasuki hari ke-12 pascabencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kondisi darurat masih membayangi warga terdampak. Hingga Selasa (9/12), sebanyak 40 desa dilaporkan masih terisolasi. Desa-desa tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Putri Betung, Tripe Jaya, Pining, dan Pantan Cuaca, dengan tingkat kerusakan infrastruktur yang bervariasi dan menyulitkan upaya penyaluran bantuan logistik.

 

Kecamatan Putri Betung tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah. Beberapa desa di daerah tersebut, termasuk Desa Pungke, mengalami kerusakan signifikan pada akses jalan dan fasilitas umum. Jaringan transportasi lumpuh total akibat longsor dan jembatan rusak, memaksa tim bantuan menempuh jalur alternatif yang jauh dari kata ideal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, SIK menyebut bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan besar dalam menjangkau desa-desa terisolasi. “Hingga saat ini, untuk mengakses lokasi tersebut harus menempuh jalur menggunakan sepeda motor trail dan berjalan kaki, yang kemudian dilanjutkan menyeberang dengan menggunakan tali atau kabel sling,” jelasnya. Di beberapa titik, warga dan relawan harus menyeberang sungai menggunakan rakitan darurat dari ban bekas, atau meniti jembatan tali yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kondisi geografis yang ekstrem dan medan yang berat membuat proses distribusi bantuan menjadi sangat lambat. Sebuah truk pengangkut bantuan sempat terjebak lumpur selama berjam-jam, menyulitkan kelangsungan pengiriman kebutuhan dasar seperti beras, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan lansia. Sejumlah logistik bahkan hanya bisa dijinjing dan diangkut oleh personel yang berjalan kaki menyusuri lereng dan aliran sungai.

Pemerintah daerah telah menurunkan alat berat ke beberapa titik untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Namun, kecepatan penanganan sangat tergantung pada kondisi cuaca dan kestabilan medan. Di beberapa lokasi, endapan lumpur dan batu masih menghalangi jalur utama, membutuhkan pengerjaan manual untuk mempercepat pembersihan.

Meski begitu, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Lembaga pemerintahan, jajaran TNI-Polri, relawan kemanusiaan, dan masyarakat lokal saling bahu-membahu menerobos medan sulit demi memastikan suplai bantuan dapat sampai ke tangan warga terdampak. Proses evakuasi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak dilakukan secara bertahap, terutama di desa-desa dengan potensi risiko longsor susulan atau aliran air yang masih deras akibat curah hujan tinggi.

Situasi ini menjadi perhatian khusus pemerintah pusat, mengingat keterisolasian dan skala dampak bencana memerlukan penanganan lintas sektor. Peningkatan koordinasi dan percepatan logistik darurat menjadi fokus utama dalam masa tanggap darurat yang hingga kini masih berlangsung. Warga yang bertahan di desa meminta adanya pembangunan jembatan darurat dan pengembalian akses komunikasi yang hingga kini belum pulih sepenuhnya.

Rasa solidaritas menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi krisis ini. Warga di desa yang aksesnya masih bisa dijangkau turut membantu distribusi ke desa tetangga yang lebih terdampak. Mereka menyebrang sungai, menempuh hutan, dan berjalan kaki sepanjang puluhan kilometer demi satu tujuan: memastikan tak seorang pun tertinggal atau terabaikan dalam situasi darurat yang memprihatinkan ini.

RED

 

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB