GAYO LUES | Distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan tiba di Kabupaten Gayo Lues membawa kabar baru bagi masyarakat. Setelah sebelumnya diinformasikan bahwa setiap kendaraan roda empat akan mendapatkan jatah 20 liter, baik dalam bentuk Pertalite maupun Dexlite, kebijakan itu kini direvisi. Pemerintah daerah, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, mengumumkan bahwa jatah BBM untuk setiap mobil dikurangi menjadi 15 liter, sedangkan sepeda motor hanya akan diperoleh dua liter.
Revisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Gayo Lues, Syamsul Bahri, S.Pd. M, seusai berdiskusi dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues. Diskusi yang dilakukan Selasa malam, 9 Desember 2025, di Pendopo Bupati itu dilatarbelakangi oleh pertimbangan keterbatasan stok dan hambatan akses distribusi.
“Setelah tadi akhirnya kami diskusi kembali, Pak Plt Sekda minta ini diralat. Menimbang stok tersebut tentu tidak akan mencukupi. Mengingat bahwa mobil Pertamina tidak mampu melewati jalan Abdya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keterbatasan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan tangki pengangkut BBM membuat distribusi tidak bisa berjalan maksimal. Kondisi ini menyebabkan pemerintah harus mengambil keputusan yang bersifat darurat dan menyesuaikan jatah bahan bakar agar dapat merata ke masyarakat.
Meski berat, keputusan ini diambil untuk menjaga keseimbangan distribusi dan agar semua warga tetap memperoleh akses terhadap bahan bakar, meskipun dalam jumlah terbatas. Syamsul Bahri juga menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat memahami kondisi masyarakat yang sangat membutuhkan BBM, terutama untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi.
“Keputusan ini dibuat dengan harapan mendekati bijaksana,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika situasi memungkinkan, distribusi BBM melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan dilaksanakan pada siang hari. Lokasi yang direncanakan menerima distribusi tersebut yaitu di SPBU Raklunung dan juga di Pangkala. Namun, Syamsul Bahri mengingatkan bahwa realisasi jadwal ini masih tergantung pada kondisi jalan.
“Insyaallah, Pertamina buka pada siang hari. Namun pun demikian ini belum bisa dipastikan. Bila jalan mulus, insyaallah besok siang,” ujarnya menambahkan.
Meski jam operasional SPBU belum ditentukan secara pasti, pemerintah daerah tetap berharap distribusi BBM bisa berjalan lancar sesuai rencana. Harapan besar juga diletakkan pada kelancaran akses jalan, yang menjadi faktor utama distribusi di wilayah yang bersifat geografis menantang seperti Kabupaten Gayo Lues. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar dapat bersabar dan tidak melakukan pembelian secara panik.
Dengan keputusan ini, masyarakat Gayo Lues kini menanti realisasi distribusi BBM tersebut, sembari berharap agar akses distribusi semakin membaik dan kuota bahan bakar dapat kembali normal dalam waktu dekat.(red)







































