slot preparation.lsrs.lu

Tak Mampu Bangun Kembali Gayo Lues Pascabencana, Bupati Suhaidi Ungkap Skala Kerusakan dan Harap Bantuan Pusat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 18:09 WIB

50528 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYOLUES |  Empat belas hari pasca bencana alam banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, puluhan desa masih dalam kondisi terisolasi. Akses jalan yang selama ini menjadi penghubung antardesa mengalami kerusakan parah, tidak dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Tingginya intensitas hujan yang menyebabkan banjir bandang dan longsor membuat infrastruktur utama lumpuh total.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan ketidakmampuannya untuk membangun kembali wilayah terdampak tanpa bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Kerusakan yang terjadi begitu luas, mencakup pemukiman, fasilitas publik, akses jalan, jembatan, dan saluran irigasi. Jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan masif, Gayo Lues dikhawatirkan akan mengalami kemunduran seperti dua dekade lalu.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan situasi genting ini saat memimpin apel gabungan di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Senin (8/12/2025). Ia mengatakan, skala kerusakan yang terjadi di beberapa kecamatan sangat mengkhawatirkan, bahkan ada kampung yang hampir seluruh bangunannya tersapu banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seperti di Kampung Pasir dan Kampung Uyem Beriring, hampir 80 persen rumah-rumah di Kampung Pasir hanyut tergerus oleh banjir bandang. Begitu pula dengan Kampung Uyem Beriring, Remukut, Tetinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, kawasan di Kecamatan Puteri Betung juga tak luput dari dampak bencana. Beberapa dusun seperti Tetumpun dan Atu Sepit mengalami kehancuran hebat. Rumah warga yang berada di jalur aliran air rusak berat atau hilang sama sekali tersapu derasnya air bah.

Bupati menegaskan bahwa sumber anggaran dari dana kabupaten tidak akan mencukupi untuk membangun kembali seluruh wilayah yang terdampak. Ia merinci bahwa saat ini terdapat 88 jembatan yang tidak lagi bisa difungsikan. Jembatan-jembatan tersebut terdiri dari beragam jenis, mulai dari jembatan rangka baja, jembatan komposit, hingga jembatan gantung.

“Jika pembangunannya kita harapkan dari dana kabupaten, saya yakin kita tidak mampu. Update per kemarin sore sudah 88 jembatan di seluruh Kabupaten Gayo Lues yang sudah tidak dapat kita fungsikan, baik itu jembatan rangka baja, jembatan komposit, dan jembatan gantung,” katanya.

Selain jembatan, diperkirakan lebih dari 3.000 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat, bahkan sejumlah di antaranya telah rata dengan tanah. Tak kurang dari 60 saluran irigasi juga mengalami kerusakan, sebuah fakta yang menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian dan sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

“Data jembatan yang kita terima ini adalah jembatan yang selama ini digunakan saudara-saudara kita untuk pergi bertani, berkebun, dan ke sentra-sentra produksi. Itu sudah hilang semua,” lanjut Suhaidi.

Melihat besarnya dampak dan kerugian akibat bencana, Bupati mengharapkan adanya intervensi cepat dan serius dari Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi semua pihak agar Gayo Lues dapat segera bangkit dari keterpurukan.

“Jika tidak ada kebijakan luar biasa yang diberikan oleh pemerintah di atas kami, maka saya pastikan Gayo Lues akan mundur jauh ke belakang. Bukan hanya infrastruktur yang rusak, tapi roda ekonomi masyarakat kami akan lumpuh total,” tutupnya.

Situasi darurat ini menggambarkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa datang. Dalam kasus Gayo Lues, bukan hanya tanggap darurat yang diperlukan, tetapi juga pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan agar masyarakat tak hanya kembali ke kondisi semula, tapi juga menjadi lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB