slot preparation.lsrs.lu

Pendataan Terpadu Didorong untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 05:27 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Lima hari setelah bencana banjir bandang dan longsor melumpuhkan sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, upaya pemulihan mulai diarahkan pada langkah strategis berbasis data. Komando Distrik Militer (Kodim) 0113/Gayo Lues mendorong para pengulu kampung untuk segera melakukan pendataan kerusakan di wilayah masing-masing secara menyeluruh dan terstruktur. Langkah ini menjadi dasar penting untuk mempercepat proses bantuan dan pembangunan kembali fasilitas yang terdampak.

Dandim 0113/GL, Letkol Inf Agus Satrio Wibowo, S.I.P., dalam pertemuan bersama para pengulu dan tokoh masyarakat yang berlangsung di Pitu Ruang Pendopo Bupati Gayo Lues, Selasa (2/12/2025), menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah menjalin komunikasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat guna mengawal proses penanganan bencana dari tingkat daerah.

“Saya sekarang membuat koneksi langsung ke BNPB Pusat, itu salah satu upaya yang saya lakukan. Saya minta bapak-bapak membuat pos pengaduan yang bisa dimanfaatkan sebagai satu pintu untuk proses pendataan: korban jiwa, sekolah, dan rumah-rumah yang harus direlokasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berhenti pada pembukaan akses jalan dan perbaikan jembatan. Mengacu pada arahan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, pembangunan kembali harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk keberadaan fasilitas umum yang bersifat vital.

“Jangan lupakan masyarakat kita, yaitu dengan membangun kembali fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan perumahan. Itu bagian penting dari pemulihan kehidupan sehari-hari warga,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues, dr. Nevirizal, M.Kes., M.H., mengingatkan pentingnya keseragaman dalam sistem pendataan. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi terkait kerusakan dan dampak bencana harus dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pusat data resmi pemerintah daerah.

“Semua data — baik tentang persawahan yang terkena banjir, kebun, ternak, bahkan rumah-rumah masyarakat yang terdampak — harus dihimpun menjadi satu. Jangan sampai satu rumah dihuni dua kepala keluarga, tapi nanti dalam pendataan disebut berbeda-beda. Hal seperti ini harus diperhatikan agar akurat dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Pemetaan kondisi pascabencana menjadi prioritas pemerintah daerah guna mendapatkan dukungan yang tepat dari pusat maupun lembaga kemanusiaan lain. Dalam kondisi terbatas seperti saat ini, data berkualitas menjadi landasan pengambilan keputusan, mulai dari pemetaan kebutuhan hingga perencanaan rehabilitasi.

Sejak bencana terjadi, Gayo Lues menghadapi tantangan berat akibat terputusnya lebih dari 40 jembatan penghubung serta lumpuhnya jalur darat yang berdampak pada pengiriman logistik dan distribusi bantuan. Di tengah kondisi tersebut, langkah pendataan yang rapi dan valid mendapat sorotan penting sebagai titik awal bangkitnya kembali daerah dari dampak bencana yang luas ini.

Hingga kini, sejumlah wilayah di daerah perbukitan itu masih terisolasi. Namun, di tengah keterbatasan, kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan struktur pemerintahan tingkat kampung mulai menunjukkan sinyal kuat solidaritas dan kesiapansiagaan. Pendataan bukan semata administrasi, tetapi menjadi jendela masa depan untuk membangun kembali kehidupan yang telah runtuh oleh bencana. (red)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB