Dalam penyampaiannya, Bupati Suhaidi menggambarkan kondisi bencana yang luar biasa ini telah menciptakan isolasi total hampir di seluruh kecamatan. Jalur utama dari dan menuju Gayo Lues lumpuh total akibat longsor besar yang terjadi di berbagai titik, sementara satu jembatan utama dilaporkan ambruk dan menyulitkan upaya distribusi logistik. “Kami menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gayo Lues benar-benar terisolasi. Longsor memutus akses utama, jaringan listrik padam, dan komunikasi terganggu hampir di semua kecamatan,” ungkap Bupati Suhaidi di hadapan media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jalur Blangkejeren–Kutacane yang merupakan urat nadi utama logistik mengalami kerusakan parah, sementara upaya membuka jalur darurat masih terhambat karena keterbatasan alat berat dan medan yang sangat sulit. Bupati menyebut berbagai upaya darurat telah dilakukan, mulai dari pengiriman bantuan melalui jalur udara, hingga mendirikan posko-posko sementara di desa-desa terdampak. Namun jumlah bantuan yang bisa diantar saat ini masih jauh dari memadai. “Beberapa desa sama sekali belum tersentuh bantuan sejak bencana terjadi. Ada warga yang mulai bertahan dengan bahan seadanya,” ujarnya.
Bupati Suhaidi juga mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat dan meminta dukungan langsung dari pemerintah pusat, terutama dalam bentuk dukungan alat berat, logistik, personel teknis, dan akses komunikasi darurat. Ia menjelaskan bahwa puluhan desa kini berada dalam kondisi sangat rentan, dan jika tidak ada upaya percepatan pembukaan jalur dalam waktu dekat, krisis kemanusiaan berpotensi terjadi. “Kami butuh dukungan menyeluruh. Pemerintah pusat harus turun tangan segera,” tegasnya.
Dampingi langsung Bupati di lokasi, Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, SIK, tampak mengikuti jalannya wawancara dan mendampingi pemaparan kondisi terkini bersama unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran Kapolres merupakan bentuk dukungan penuh institusi Polri terhadap penanganan bencana, sekaligus memastikan koordinasi keamanan dan evakuasi di lapangan berjalan sesuai protokol. Meskipun tidak memberikan pernyataan langsung dalam siaran, peran aktif Kapolres dalam mendampingi Bupati menjadi sinyal kuat bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu antara pemerintah daerah, unsur kepolisian, TNI, dan lembaga penanggulangan bencana.
AKBP Hyrowo, SIK diketahui sejak awal bencana aktif mengarahkan personel Polres Gayo Lues untuk membantu proses evakuasi, pengamanan wilayah, pembukaan jalur darurat, serta penyaluran bantuan sementara ke sejumlah desa yang masih mampu dijangkau. Di lapangan, Polres juga terlibat dalam pengamanan distribusi logistik dan penjagaan posko-posko darurat yang kini mulai kelebihan kapasitas. Tim Bhabinkamtibmas dikerahkan ke seluruh desa untuk memastikan komunikasi antara warga dan pemerintah tetap berjalan, meskipun terbatas oleh rusaknya jaringan komunikasi.
Siaran wawancara itu juga menampilkan data dan rekaman visual kondisi lapangan terkini, termasuk jalan yang tertimbun longsor, rumah warga yang rusak berat hingga hanyut, dan warga yang mengungsi di lokasi darurat tanpa perlengkapan memadai. Forkopimda sepakat bahwa penanganan bencana ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk relawan sipil dan bantuan dari luar daerah. Mereka berharap momentum liputan nasional ini membuka jalan bagi upaya percepatan bantuan yang selama ini terkendala daerah sulit dan keterbatasan kapasitas sumber daya lokal.
Bupati Suhaidi menutup wawancara dengan harapan besar dan doa agar semua elemen bangsa memberikan perhatian terhadap Gayo Lues. “Kami tidak menyerah. Rakyat kami kuat, aparat kami bekerja siang malam, tapi situasi ini menuntut respons nasional. Kami mohon agar pintu bantuan dibuka seluas-luasnya. Gayo Lues hari ini sedang menguji kekuatan solidaritas kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Kehadiran Kapolres AKBP Hyrowo, SIK dalam pendampingan kepala daerah di tengah keadaan krisis tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian siap dan sigap menjadi bagian dari upaya penyelamatan rakyat, menjaga keamanan di tengah kepanikan, serta terus bekerja sama erat dengan unsur pemerintahan dan masyarakat untuk melindungi warga di bawah ancaman bencana alam yang belum sepenuhnya reda.
Abdiansyah







































