Gayo Lues – Forkopimda Kabupaten Gayo Lues tampil dalam siaran langsung televisi nasional TV One pada Rabu sore, 3 Desember 2025, untuk menjelaskan situasi terkini setelah banjir bandang dan longsor besar melanda wilayah tersebut serta sejumlah daerah lain di Aceh. Bupati Gayo Lues, yang mengikuti wawancara dari Pendopo Gayo Lues bersama jajaran terkait, memaparkan kondisi darurat yang kini menekan kehidupan masyarakat di hampir seluruh kecamatan.
Dalam dialog yang dipandu di studio Jakarta, Bupati menjelaskan bahwa seluruh akses jalan utama menuju Gayo Lues terputus total akibat longsor dan badan jalan yang hanyut. Jalur Blangkejeren–Kutacane, yang menjadi urat nadi pergerakan logistik, tak dapat dilalui karena beberapa titik mengalami kerusakan berat dan satu jembatan dilaporkan putus. Jalur alternatif lintas kecamatan pun tidak lebih baik, sebagian besar tertutup material tanah dan bebatuan yang masih terus bergerak. Kondisi ini, menurut Bupati, menyebabkan distribusi bantuan terhambat dan membuat wilayah pegunungan itu semakin terisolasi.
Dalam wawancara tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa gangguan jaringan komunikasi semakin memperparah keadaan. Kabel fiber optik yang menjadi tulang punggung internet dan layanan seluler ikut tersapu banjir, membuat sebagian besar kecamatan kehilangan akses informasi. Upaya perbaikan masih terkendala cuaca buruk dan medan yang tidak stabil. Untuk penerangan, Gayo Lues kini menjalankan pembagian listrik secara bergilir, dengan beberapa wilayah yang sudah memasuki hari ketiga tanpa aliran listrik sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi masyarakat digambarkan semakin mendesak. Persediaan makanan pokok di banyak desa telah menipis, terutama di daerah yang sama sekali tidak tersentuh distribusi bantuan udara. Bupati menjelaskan bahwa sebagian warga mulai mengonsumsi bahan seadanya sambil menunggu bantuan masuk, sementara aparat di lapangan berupaya membuka akses jalur darat dengan peralatan terbatas. Di sejumlah desa, posko darurat mulai kewalahan menampung warga yang rumahnya hilang tersapu banjir.
Siaran TV One juga menayangkan penjelasan dari unsur Basarnas dan pihak keamanan yang menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, meski menghadapi hambatan cuaca dan lokasi kejadian yang sulit dijangkau. Petugas di lapangan melaporkan adanya titik-titik longsor baru yang muncul setelah hujan susulan, membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Gayo Lues yang mendampingi wawancara dari pendopo menambahkan bahwa pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi nasional untuk mempercepat pemulihan jaringan komunikasi dan pembukaan akses darat. Menurutnya, bantuan logistik yang dibawa menggunakan helikopter masih jauh dari cukup karena jumlah warga terdampak bertambah seiring laporan yang masuk dari desa-desa terpencil.
Melalui wawancara tersebut, pemerintah daerah berharap publik memahami kondisi yang sedang berlangsung di Gayo Lues dan Aceh bagian tengah. Bupati menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses jalan bukan hanya kebutuhan logistik, melainkan juga krusial untuk menghindari terjadinya krisis kemanusiaan. Ia meminta dukungan pemerintah pusat agar alat berat tambahan dan bantuan teknis dapat segera dikirimkan sebelum cuaca kembali memburuk.
Wawancara tersebut menjadi salah satu momen penting di mana kondisi lapangan disampaikan secara langsung kepada publik nasional, memperlihatkan betapa daruratnya situasi yang dihadapi masyarakat Gayo Lues pada awal Desember ini. (J.porang)







































