PIDIE | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pawod, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada Sabtu, 15 November 2025, berlangsung penuh khidmat dalam suasana religius dan kekeluargaan. Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, yang digelar secara tertib dan meriah berkat persiapan matang dari panitia pelaksana dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan peringatan maulid tahun ini dipimpin oleh Ketua Panitia Syahrul Ramazan yang dibantu oleh para pemuda Gampong Pawod. Mereka menjadi motor penggerak jalannya acara sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan. Berbagai tahapan dipersiapkan secara gotong royong, mulai dari pembersihan lokasi, pembangunan panggung, hingga pengumpulan konsumsi untuk kenduri maulid. “Alhamdulillah, semua rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Ini tidak lepas dari kerja keras pemuda dan dukungan penuh masyarakat Pawod,” ujar Syahrul.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang mengawali suasana haru dan penuh penghayatan. Kemudian dilanjutkan dengan lantunan zikir dan syair maulid yang menggema dari para jamaah, menciptakan suasana khusyuk di tengah keramaian yang hadir. Ribuan warga tampak memadati halaman meunasah dan balai gampong, mengenakan pakaian terbaik, sebagai bentuk penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak kegiatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Tgk. Ridwan. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah sebagai cermin perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Tgk. Ridwan juga menekankan pentingnya mempererat ukhuwah islamiyah dan menjaga persatuan di tengah dinamika kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan religius tersebut disampaikan secara sederhana namun menyentuh, membuat para hadirin larut dalam perenungan.
Keuchik Gampong Pawod yang turut hadir memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pemuda atas kerjasama solid yang mereka tunjukkan. Ia menyebut, peringatan maulid bukan hanya seremonial agama, tetapi juga melambangkan kekuatan budaya lokal dalam membangun semangat gotong royong serta solidaritas di tengah masyarakat. “Kegiatan ini merekatkan hati kita sebagai warga Pawod. Tidak hanya memperingati kelahiran Rasul, tapi juga menjadi wadah berkumpul, berbagi, dan memperkuat rasa saling memiliki,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ditutup dengan kenduri maulid, yang menjadi momen puncak kebersamaan. Makanan khas daerah seperti bu kulah, daging kari, dan aneka kue tradisional disajikan dalam tampah besar dan dinikmati bersama di meunasah. Tua, muda, laki-laki maupun perempuan duduk berbaur dalam satu meja panjang, tanpa sekat sosial. Kesederhanaan yang penuh makna tersebut menjadi warisan nilai yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Suasana hangat dan kekeluargaan tetap terasa hingga menjelang sore, ketika para tamu dari gampong tetangga mulai pamit kembali. Warga secara spontan saling bersalaman, saling mendoakan, dan berharap peringatan serupa dapat terus digelar di tahun-tahun mendatang dengan semangat yang tetap terjaga.
Kesuksesan pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Gampong Pawod, tetapi juga bukti nyata bahwa tradisi Islam yang diwariskan secara turun-temurun masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Perayaan yang meriah, tertib, dan menyentuh sisi spiritual masyarakat ini menjadi gambaran harmoni antara nilai-nilai religius dan kearifan lokal yang terus dipelihara dengan penuh kasih. (*)










































